Dalam Kristus, Harapan Menjadi Nyata

Bacaan hari ini: Yesaya 25 | Bacaan setahun: Hakim-Hakim 15-16, Kisah Para Rasul 12

“Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan.” (Yesaya 25:9a)

 

Nabi Yesaya tinggal di dekat Yerusalem. Ia menyampaikan pesan dari Tuhan selama masa pemerintahan empat raja Yehuda yang berbeda. Nabi Yesaya menyampaikan bahwa akan datang masa penghukuman bagi Israel dan Yehuda karena dosa-dosa yang telah mereka lakukan kepada Tuhan. Adapun bentuk penghukuman terhadap bangsa Israel dan Yehuda adalah mereka akan dikalahkan sampai hancur secara total oleh bangsa-bangsa lain, yang kuat dan gagah serta penuh kesombongan (25:2, 4c). Peristiwa tersebut telah berlangsung sekitar tahun 740-700 SM.

Di tengah-tengah kehancuran, kesesakan, penindasan dan penghukuman berat yang dialami oleh umat Tuhan, ada sebuah janji pengharapan dan pemulihan bahwa Tuhan akan menjadi Sang Pembebas yang akan mengalahkan semua musuh dari umat-Nya dan akan menghibur umat-Nya yang telah menderita. Bahkan lebih dari itu, nubuatan ini juga berbicara tentang masa yang akan datang bahwa keselamatan bagi bangsa-bangsa akan terjadi pada saat Kristus datang kembali ke bumi (Yes. 25:6-12, Bdk. Why. 19:1-21:27). Segala bangsa akan bersorak-sorak dan bersukacita melihat kedatangan Kristus kedua kalinya, sebab segala kesedihan, kesusahan, dan kematian telah ditiadakan oleh Dia. Bagi umat yang setia dan selalu menanti-nantikan Dia akan menikmati penggenapan janji Allah tersebut.

Dalam kehidupan yang sesak dengan pelbagai masalah, keyakinan kita akan kebaikan Allah acapkali menjadi goyah. Masalah, pergumulan, sakit-penyakit dan kepedihan seringkali kita anggap sebagai musuh yang mengacaukan kehidupan kita. Sesungguhnya, Kristus telah mengalahkan segala macam bentuk penderitaan dalam dunia ini dan Ia sendiri akan turun tangan untuk melepaskan dan menyelamatkan setiap umat-Nya yang dengan setia tekun menanti-nantikan kedatangan-Nya. Oleh karena itu, teruslah menaruh pengharapan kepada Kristus ketika menjalani kehidupan ini yang penuh dengan penderitaan dan kesesakan.

STUDI PRIBADI:
(1) Seberapa besar kita meletakkan pengharapan kepada Tuhan ketika menjalani kehidupan ini ?
(2) Apa yang paling Anda rindukan dan harapkan dari Tuhan ?

Doa Pribadi: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk terus-menerus menaruh harap hanya kepada-Mu dalam menghadapi kenyataan hidup kami yang berat dan tidak mudah bagi kami, Amin.