Kebaikan Allah Di Tengah Konsekuensi Dosa

“Naiklah ke puncak Gunung Pisga dan layangkanlah pandangmu ke barat, ke utara, ke selatan, dan ke timur. Lihatlah baik-baik, sebab engkau tidak akan menyeberangi Sungai Yordan ini. Berilah perintah kepada Yosua serta kuatkan dan teguhkanlah hatinya…” (Ulangan 3:27-28)



Pembahasan: Ulangan 3:23-29 | Ayat Bacaan: Ulangan 2-3

Setiap aksi pasti menghasilkan konsekuensi, entah itu hal baik atau hal buruk. Namun, tidak semua orang siap dengan konsekuensi buruk dari aksi yang dilakukannya. Kekecewaan, amarah, bahkan sakit hati yang mendalam umumnya menjadi emosi yang dominan dirasakan ketika harus menanggung konsekuensi tersebut. Di tengah rasa pahit itu, Tuhan tidak meninggalkan umat-Nya. Tuhan bahkan sering kali memberikan penghiburan dengan cara yang tidak terduga.

Bagian yang baru saja kita baca menceritakan permohonan terakhir Musa kepada Allah untuk dapat menyeberangi Sungai Yordan dan melihat tanah perjanjian (ay. 23-25). Meski demikian, Allah dengan tegas menolak permohonan tersebut karena ketidaktaatan Musa di Meriba (ay. 26). Sebagai gantinya, Allah memerintahkan Musa untuk naik ke puncak Pisga dan melihat tanah perjanjian dari kejauhan (ay. 27). Musa memang tidak menyeberangi Sungai Yordan, tetapi ia tetap diizinkan untuk melihatnya dari kejauhan. Hal tersebut menjadi cara Allah menghibur Musa yang tetap harus menanggung konsekuensi dosa yang dilakukannya. Selain itu, Musa juga tetap diberi peran yang cukup penting yaitu mempersiapkan pemimpin bangsa Israel selanjutnya, yaitu Yosua.

Kisah Musa ini mengajarkan kita bahwa Allah tetap memberikan kasih karunia-Nya di tengah konsekuensi dosa yang harus kita tanggung. Ketika kita menghadapi akibat dari kesalahan masa lalu, rasa penyesalan dan kepahitan kadang dapat membuat kita frustasi bahkan putus asa. Namun, firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk membuka hati, melihat kebaikan Allah yang dinyatakan melalui cara-cara yang tidak terduga — entah itu berupa penghiburan, kesempatan baru, atau bahkan tanggung jawab yang dipercayakan. Mari kita tetap bersandar pada Allah dan setia menjalankan peran yang Ia berikan, sambil terus belajar dari pengalaman masa lalu untuk hidup lebih bijaksana di masa yang akan datang. Mari kita berjalan dengan penuh iman dan kepercayaan penuh kepada Tuhan.

STUDI PRIBADI: Mengapa Allah tetap menolak permintaan Musa untuk dapat menyeberangi Sungai Yordan?

Pokok Doa: Berdoalah agar Tuhan beranugerah kepada jemaat Tuhan untuk dapat membuka mata hati kita sehingga dapat melihat kebaikan-Nya dalam pergumulan yang sedang kita hadapi.

×

Ulangan 3 : 23-25

23 "Juga pada waktu itu aku mohon kasih karunia dari pada TUHAN, demikian:

24 Ya, Tuhan ALLAH, Engkau telah mulai memperlihatkan kepada hamba-Mu ini kebesaran-Mu dan tangan-Mu yang kuat; sebab allah manakah di langit dan di bumi, yang dapat melakukan perbuatan perkasa seperti Engkau?

25 Biarlah aku menyeberang dan melihat negeri yang baik yang di seberang sungai Yordan, tanah pegunungan yang baik itu, dan gunung Libanon.

×

Ulangan 3 : 26

26 Tetapi TUHAN murka terhadap aku oleh karena kamu dan tidaklah mendengarkan permohonanku. TUHAN berfirman kepadaku: Cukup! Jangan lagi bicarakan perkara itu dengan Aku.

×

Ulangan 3 : 27

27 Naiklah ke puncak gunung Pisga dan layangkanlah pandangmu ke barat, ke utara, ke selatan dan ke timur dan lihatlah baik-baik, sebab sungai Yordan ini tidak akan kauseberangi.

×

Bilangan 14 : 6-10

6 Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya,

7 dan berkata kepada segenap umat Israel: "Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya.

8 Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

9 Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka."

10 Lalu segenap umat itu mengancam hendak melontari kedua orang itu dengan batu. Tetapi tampaklah kemuliaan TUHAN di Kemah Pertemuan kepada semua orang Israel.

×

Ulangan 1 : 29-30

29 Ketika itu aku berkata kepadamu: Janganlah gemetar, janganlah takut kepada mereka;

30 TUHAN, Allahmu, yang berjalan di depanmu, Dialah yang akan berperang untukmu sama seperti yang dilakukan-Nya bagimu di Mesir, di depan matamu,

×

Bilangan 35 : 26-27

26 Tetapi jika terjadi bahwa pembunuh itu keluar dari batas kota perlindungan, tempat ia melarikan diri,

27 dan penuntut darah mendapat dia di luar batas kota perlindungannya, dan penuntut darah membunuh pembunuh itu, maka tidaklah ia berhutang darah,

×

Ulangan 19 : 11-12

11 Tetapi apabila seseorang membenci sesamanya manusia, dan dengan bersembunyi menantikan dia, lalu bangun menyerang dan memukul dia, sehingga mati, kemudian melarikan diri ke salah satu kota itu,

12 maka haruslah para tua-tua kotanya menyuruh mengambil dia dari sana dan menyerahkan dia kepada penuntut tebusan darah, supaya ia mati dibunuh.

×

Keluaran 21 : 14

14 Tetapi apabila seseorang berlaku angkara terhadap sesamanya, hingga ia membunuhnya dengan tipu daya, maka engkau harus mengambil orang itu dari mezbah-Ku, supaya ia mati dibunuh.

×

Keluaran 21 : 13

13 Tetapi jika pembunuhan itu tidak disengaja, melainkan tangannya ditentukan Allah melakukan itu, maka Aku akan menunjukkan bagimu suatu tempat, ke mana ia dapat lari.

×

Matius 6 : 33

33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

×

Yohanes 10 : 10b

10b Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Sharing Is Caring :