“Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya menarik. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai puteri-puteri Yerusalem.” (Kidung Agung 5:16)
Pembahasan: Kidung Agung 5:9-16 | Ayat Bacaan: Kidung Agung 5
Kidung Agung 5:9-16
Mempelai perempuan memuji mempelai laki-laki di hadapan puteri-puteri Yerusalem
9 –Apakah kelebihan kekasihmu dari pada kekasih yang lain, hai jelita di antara wanita? Apakah kelebihan kekasihmu dari pada kekasih yang lain, sehingga kausumpahi kami begini?
10 –Putih bersih dan merah cerah kekasihku, menyolok mata di antara selaksa orang.
11 Bagaikan emas, emas murni, kepalanya, rambutnya mengombak, hitam seperti gagak.
12 Matanya bagaikan merpati pada batang air, bermandi dalam susu, duduk pada kolam yang penuh.
13 Pipinya bagaikan bedeng rempah-rempah, petak-petak rempah-rempah akar. Bunga-bunga bakung bibirnya, bertetesan cairan mur.
14 Tangannya bundaran emas, berhiaskan permata Tarsis, tubuhnya ukiran dari gading, bertabur batu nilam.
15 Kakinya adalah tiang-tiang marmar putih, bertumpu pada alas emas murni. Perawakannya seperti gunung Libanon, terpilih seperti pohon-pohon aras.
16 Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya menarik. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai puteri-puteri Yerusalem.
Kidung Agung 5
1 –Aku datang ke kebunku, dinda, pengantinku, kukumpulkan mur dan rempah-rempahku, kumakan sambangku dan maduku, kuminum anggurku dan susuku. Makanlah, teman-teman, minumlah, minumlah sampai mabuk cinta!
Kerinduan mempelai perempuan
2 Aku tidur, tetapi hatiku bangun. Dengarlah, kekasihku mengetuk. “Bukalah pintu, dinda, manisku, merpatiku, idam-idamanku, karena kepalaku penuh embun, dan rambutku penuh tetesan embun malam!”
3 “Bajuku telah kutanggalkan, apakah aku akan mengenakannya lagi? Kakiku telah kubasuh, apakah aku akan mengotorkannya pula?”
4 Kekasihku memasukkan tangannya melalui lobang pintu, berdebar-debarlah hatiku.
5 Aku bangun untuk membuka pintu bagi kekasihku, tanganku bertetesan mur; bertetesan cairan mur jari-jariku pada pegangan kancing pintu.
6 Kekasihku kubukakan pintu, tetapi kekasihku sudah pergi, lenyap. Seperti pingsan aku ketika ia menghilang. Kucari dia, tetapi tak kutemui, kupanggil, tetapi tak disahutnya.
7 Aku ditemui peronda-peronda kota, dipukulinya aku, dilukainya, selendangku dirampas oleh penjaga-penjaga tembok.
8 Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem: bila kamu menemukan kekasihku, apakah yang akan kamu katakan kepadanya? Katakanlah, bahwa sakit asmara aku!
Mempelai perempuan memuji mempelai laki-laki di hadapan puteri-puteri Yerusalem
9 –Apakah kelebihan kekasihmu dari pada kekasih yang lain, hai jelita di antara wanita? Apakah kelebihan kekasihmu dari pada kekasih yang lain, sehingga kausumpahi kami begini?
10 –Putih bersih dan merah cerah kekasihku, menyolok mata di antara selaksa orang.
11 Bagaikan emas, emas murni, kepalanya, rambutnya mengombak, hitam seperti gagak.
12 Matanya bagaikan merpati pada batang air, bermandi dalam susu, duduk pada kolam yang penuh.
13 Pipinya bagaikan bedeng rempah-rempah, petak-petak rempah-rempah akar. Bunga-bunga bakung bibirnya, bertetesan cairan mur.
14 Tangannya bundaran emas, berhiaskan permata Tarsis, tubuhnya ukiran dari gading, bertabur batu nilam.
15 Kakinya adalah tiang-tiang marmar putih, bertumpu pada alas emas murni. Perawakannya seperti gunung Libanon, terpilih seperti pohon-pohon aras.
16 Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya menarik. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai puteri-puteri Yerusalem.
Dalam sebuah percakapan pastoral, seorang pendeta bertanya kepada calon mempelai perempuan, “Apa spesialnya dia (calon mempelai laki-laki) buatmu?” Ia menjawab, “Dia baik.” Perempuan itu melanjutkan menceritakan pengorbanan waktu dan tenaga yang telah diberikan kekasih hatinya. Dengan wajah berbunga-bunga penuh sukacita, ia menceritakan dengan rinci berbagai perlakuan baik yang diterimanya.
Kurang lebih inilah yang terjadi dalam perikop yang kita baca hari ini. Di dalam pujiannya, mempelai perempuan mendeskripsikan keindahan kekasihnya dari ujung kepala sampai kaki (ay. 10-16). Setiap deskripsi: kepalanya seperti emas, pipinya seperti bunga, tangannya seperti cincin emas, dan seterusnya, merupakan satu pengakuan akan keindahan sang kekasih. Gambaran ini jelas tidak dimaksudkan untuk dipahami secara literal. Meski demikian, beberapa penafsir melihat gambaran-gambaran ini seperti Kristus dalam Perjanjian Baru. Misalnya, mempelai laki-laki yang digambarkan “putih bersih dan merah cerah” (ay. 10), sebuah gambaran yang mengingatkan kita kepada Kristus, Sang Terang Dunia, dan yang oleh bilur-bilur darah-Nya, kita menjadi bersih. Puncak pernyataan pengakuan mempelai perempuan, “Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku” (ay. 16). Di sini, mempelai perempuan beralih dari penggambaran fisik kepada penegasan relasi yang intim. Dalam kerangka Teologi Perjanjian, hal ini menggambarkan relasi orang percaya dengan Kristus: Ia adalah Mempelai Laki-laki yang mengasihi (Ef. 5:25) dan Sahabat yang setia (Yoh. 15:15).
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa dunia menawarkan banyak “kekasih lain” dalam berbagai bentuk—kesuksesan, kesenangan, harta, dan sebagainya. Hati kita menjadi takhta yang diperebutkan banyak “kekasih.” Pertanyaannya, bukankah hanya Kristus yang seharusnya menduduki takhta hati kita? Kasih-Nya yang membalut kesalahan kita dan anugerah-Nya yang menyelamatkan seharusnya membuat kita terkagum-kagum dan semakin mengasihi-Nya. Karena itu, marilah kita meneladani mempelai perempuan yang mengingat kembali dan memuji kekasih hatinya.
STUDI PRIBADI: Ingatlah kembali kisah Allah dalam hidup kita yang menggambarkan keindahan-Nya!
Pokok Doa: Berdoalah bagi pasangan suami istri yang mulai kehilangan kasih mula-mula di antara mereka.
Kidung Agung 5:10-16
10 --Putih bersih dan merah cerah kekasihku, menyolok mata di antara selaksa orang.
11 Bagaikan emas, emas murni, kepalanya, rambutnya mengombak, hitam seperti gagak.
12 Matanya bagaikan merpati pada batang air, bermandi dalam susu, duduk pada kolam yang penuh.
13 Pipinya bagaikan bedeng rempah-rempah, petak-petak rempah-rempah akar. Bunga-bunga bakung bibirnya, bertetesan cairan mur.
14 Tangannya bundaran emas, berhiaskan permata Tarsis, tubuhnya ukiran dari gading, bertabur batu nilam.
15 Kakinya adalah tiang-tiang marmar putih, bertumpu pada alas emas murni. Perawakannya seperti gunung Libanon, terpilih seperti pohon-pohon aras.
16 Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya menarik. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai puteri-puteri Yerusalem.
Kidung Agung 5:10
10 --Putih bersih dan merah cerah kekasihku, menyolok mata di antara selaksa orang.
Kidung Agung 5:16
16 Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya menarik. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai puteri-puteri Yerusalem.
Efesus 5:25
25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
Yohanes 15:15
15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.
Pengkhotbah 8:12-13
12 Walaupun orang yang berdosa dan yang berbuat jahat seratus kali hidup lama, namun aku tahu, bahwa orang yang takut akan Allah akan beroleh kebahagiaan, sebab mereka takut terhadap hadirat-Nya.
13 Tetapi orang yang fasik tidak akan beroleh kebahagiaan dan seperti bayang-bayang ia tidak akan panjang umur, karena ia tidak takut terhadap hadirat Allah.
Pengkhotbah 8:16
16 Ketika aku memberi perhatianku untuk memahami hikmat dan melihat kegiatan yang dilakukan orang di dunia tanpa mengantuk siang malam,
Pengkhotbah 8:17
17 maka nyatalah kepadaku, bahwa manusia tidak dapat menyelami segala pekerjaan Allah, yang dilakukan-Nya di bawah matahari. Bagaimanapun juga manusia berlelah-lelah mencarinya, ia tidak akan menyelaminya. Walaupun orang yang berhikmat mengatakan, bahwa ia mengetahuinya, namun ia tidak dapat menyelaminya.
Mazmur 146:9
9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.
Mazmur 41:5
4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"
Matius 5:7
7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Matius 11:28
28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
1 Petrus 5:7
7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.


