Imanuel

“Sesungguhnya seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” (Yesaya 7:14b)



Pembahasan: Yesaya 7:10-25 Ayat Bacaan: Yesaya 6-7

Akhir November 2025 lalu, banjir bandang dan longsor menerjang beberapa daerah di Sumatera. Hampir 1.000 orang meninggal dunia, ratusan lainnya dinyatakan hilang. Seorang korban yang kehilangan tiga anggota keluarganya berkata kepada relawan, “Saya sudah berdoa setiap hari. Mengapa ini masih terjadi pada kami?”

Pertanyaan yang sama mungkin muncul dari ribuan orang yang kehilangan segalanya dalam hitungan jam. Ketika hidup tiba-tiba runtuh, ketika masa depan yang sebelumnya tampak jelas mendadak menjadi gelap, biasanya kita akan bereaksi dengan cara yang sama: mencari pegangan—apa saja, siapa saja—asal ada sesuatu yang membuat kita merasa aman kembali. Inilah yang terjadi pada Raja Ahas.

Yehuda sedang dikepung oleh Israel dan Aram, membuat Ahas dan rakyatnya diliputi ketakutan. Allah menawarkan memberikan sebuah tanda, apa pun yang dapat membuat Ahas yakin bahwa Ia pasti akan menolong. Namun Ahas menolak dengan alasan tidak mau mencobai Tuhan. Padahal, Ahas sudah memiliki rencana sendiri: ia memilih bersekutu dengan Asyur, negara adikuasa pada masa itu. Meskipun Ahas menolak, Allah tetap memberikan tanda: “Seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel-Allah menyertai kita.” Dalam konteks langsungnya, nubuatan ini berbicara tentang keselamatan Yehuda dari ancaman Israel dan Aram. Namun, nubuat ini juga mengandung makna yang jauh lebih dalam, yang akan digenapi 700 tahun kemudian, dalam kandang domba di Betlehem. Karena Ahas memilih Asyur sebagai penolongnya, maka Allah pun menggunakan Asyur menjadi cambuk-Nya untuk menghukum Yehuda. Tanah yang subur berubah menjadi semak belukar, dan kemakmuran menjadi kemiskinan.

Ketika masalah datang, jangan kita menyiapkan “plan B” atau lebih mengandalkan kekuatan, uang, koneksi, maupun kepandaian kita sendiri daripada penyertaan Allah. Datanglah kepada Dia, peganglah Dia, sebab Dia adalah Allah yang Imanuel yang hadir dalam setiap pergumulanmu.

STUDI PRIBADI: “Asyur” apa yang sedang Anda andalkansaat ini selain Allah?

Pokok Doa: Berdoalah, supaya kita tidak pernah mencari keamanan dan kenyamanan di tempat yang salah melainkan selalu mengandalkan Tuhan.

×

Mazmur 95:7-8

7 Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!

8 Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun,

×

Kidung Agung 6:8-9a

8 Permaisuri ada enam puluh, selir delapan puluh, dan dara-dara tak terbilang banyaknya.

9a Tetapi dialah satu-satunya merpatiku, idam-idamanku.

×

Kidung Agung 5:16

16 Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya menarik. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai puteri-puteri Yerusalem.

×

Efesus 5:25

25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

×

Yohanes 15:15

15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

×

Pengkhotbah 8:12-13

12 Walaupun orang yang berdosa dan yang berbuat jahat seratus kali hidup lama, namun aku tahu, bahwa orang yang takut akan Allah akan beroleh kebahagiaan, sebab mereka takut terhadap hadirat-Nya.

13 Tetapi orang yang fasik tidak akan beroleh kebahagiaan dan seperti bayang-bayang ia tidak akan panjang umur, karena ia tidak takut terhadap hadirat Allah.

×

Pengkhotbah 8:16

16 Ketika aku memberi perhatianku untuk memahami hikmat dan melihat kegiatan yang dilakukan orang di dunia tanpa mengantuk siang malam,

×

Pengkhotbah 8:17

17 maka nyatalah kepadaku, bahwa manusia tidak dapat menyelami segala pekerjaan Allah, yang dilakukan-Nya di bawah matahari. Bagaimanapun juga manusia berlelah-lelah mencarinya, ia tidak akan menyelaminya. Walaupun orang yang berhikmat mengatakan, bahwa ia mengetahuinya, namun ia tidak dapat menyelaminya.

×

Mazmur 146:9

9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.

×

Mazmur 41:5

4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"

×

Matius 5:7

7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

×

Matius 11:28

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

×

1 Petrus 5:7

7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Sharing Is Caring: