Yang Sombong Yang Dihukum

“Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya, atau gergaji membesarkan diri terhadap orang yang mempergunakannya? Seolah-olah gada menggerakkan orang yang mengangkatnya, dan seolah-olah tongkat mengangkat orangnya yang bukan kayu!” (Yesaya 10:15)



Pembahasan: Yesaya 10:5-19 Ayat Bacaan: Yesaya 10

Yesaya sedang menegaskan bahwa Tuhan sedang menghukum Israel melalui bangsa Asyur. Hukuman ini terjadi karena berbagai alasan, seperti ketidakadilan sosial, penindasan terhadap orang lemah, ibadah yang hanya bersifat formal tanpa pertobatan sejati, serta keangkuhan rohani. Tuhan telah berulang kali memperingatkan bahwa jika mereka taat maka mereka akan diberkati, jika tidak taat maka mereka akan dihukum, yaitu dikalahkan dan ditindas oleh bangsa asing. Dalam hal ini, kerajaan Asyurlah yang dipakai Tuhan untuk menaklukkan mereka.

Pada zaman nabi Yesaya, kekaisaran Asyur adalah kekuatan militer terbesar yang tak terkalahkan. Tuhan memakai Asyur untuk menghukum umat-Nya, tetapi Asyur tidak menyadari peran ilahi tersebut. Akibatnya, Asyur menjadi sombong, menindas umat Tuhan, dan menganggap kemenangan mereka sebagai hasil kekuatan mereka sendiri. Padahal, menurut firman Tuhan, Asyur tidak lebih dari cambuk dan tongkat yang dipakai Allah untuk menghukum umat-Nya, Yehuda (ayat 7).Di dalam kesombongan dan tindakan yang jauh di luar kehendak Allah, Asyur sesungguhnya memandang rendah Allah dan menyamakan Allah Israel dengan dewa-dewa kafir lain, sehingga mereka ingin memunahkan Yehuda. Oleh sebab itu, Allah menegur mereka dengan sangat keras (ayat 12). Tuhan mengingatkan Asyur bahwa mereka hanyalah alat di tangan Tuhan; yang berhak menentukan adalah tangan yang memegang dan menggerakkan alat. Tidak mungkin alat bisa bergerak sendiri, melampaui kehendak tangan yang menggerakkannya. Bahkan, Allah menyatakan bahwa Ia akan menghukum Asyur hingga tak bersisa (ayat 15-19).

Sebagai kesimpulan akhir, berhati-hatilah ketika kita merasa kuat, dan berada di atas orang lain. Peringatan Allah kepada kerajaan Asyur menjadi pelajaran berharga bagi kita hari ini. Semua keberhasilan kita tidak lepas dari izin Allah. Karenanya, siapapun kita, janganlah sombong dan bertindak semena-mena, sekalipun kita sedang berada di pucuk pimpinan.

STUDI PRIBADI: Pernahkan kita jatuh dalam dosa kesombongan? Dalam hal apa kita bisa jadi orang sombong ? (Beri contoh). Bagaimana kita bisa mengatasi dosa kesombongan? Apakah lawan dari sombong?

Pokok Doa: Berdoalah agar umat Tuhan selalu belajar rendah hati serta bersedia bertobat dari kesombongan mereka.

×

Yesaya 10:7

7 Tetapi dia sendiri tidak demikian maksudnya dan tidak demikian rancangan hatinya, melainkan niat hatinya ialah hendak memunahkan dan hendak melenyapkan tidak sedikit bangsa-bangsa.

×

Yesaya 10:12

12 Tetapi apabila Tuhan telah menyelesaikan segala pekerjaan-Nya di gunung Sion dan di Yerusalem, maka Ia akan menghukum perbuatan ketinggian hati raja Asyur dan sikapnya yang angkuh sombong.

×

Yesaya 10:15-19

15 Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya, atau gergaji membesarkan diri terhadap orang yang mempergunakannya? seolah-olah gada menggerakkan orang yang mengangkatnya, dan seolah-olah tongkat mengangkat orangnya yang bukan kayu!

16 Sebab itu Tuhan, TUHAN semesta alam, akan membuat orang-orangnya yang tegap menjadi kurus kering, dan segala kekayaannya akan dibakar habis, dengan api yang menyala-nyala.

17 Maka Terang Israel akan menjadi api, dan Allahnya, Yang Mahakudus, akan menyala-nyala dan akan membakar dan memakan habis puteri malu dan rumputnya pada satu hari juga.

18 Keindahan hutan Asyur dan kebun buah-buahannya akan dihabiskan-Nya, dari batangnya sampai rantingnya, sehingga akan menjadi seperti seorang sakit yang merana sampai mati;

19 dan sisa pohon-pohon hutannya akan dapat dihitung banyaknya, sehingga seorang anak dapat mencatatnya.

×

Efesus 5:25

25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

×

Yohanes 15:15

15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

×

Pengkhotbah 8:12-13

12 Walaupun orang yang berdosa dan yang berbuat jahat seratus kali hidup lama, namun aku tahu, bahwa orang yang takut akan Allah akan beroleh kebahagiaan, sebab mereka takut terhadap hadirat-Nya.

13 Tetapi orang yang fasik tidak akan beroleh kebahagiaan dan seperti bayang-bayang ia tidak akan panjang umur, karena ia tidak takut terhadap hadirat Allah.

×

Pengkhotbah 8:16

16 Ketika aku memberi perhatianku untuk memahami hikmat dan melihat kegiatan yang dilakukan orang di dunia tanpa mengantuk siang malam,

×

Pengkhotbah 8:17

17 maka nyatalah kepadaku, bahwa manusia tidak dapat menyelami segala pekerjaan Allah, yang dilakukan-Nya di bawah matahari. Bagaimanapun juga manusia berlelah-lelah mencarinya, ia tidak akan menyelaminya. Walaupun orang yang berhikmat mengatakan, bahwa ia mengetahuinya, namun ia tidak dapat menyelaminya.

×

Mazmur 146:9

9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.

×

Mazmur 41:5

4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"

×

Matius 5:7

7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

×

Matius 11:28

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

×

1 Petrus 5:7

7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Sharing Is Caring: