“Tetapi, sekarang TUHAN berfirman: Dalam tiga tahun, sama seperti masa kerja prajurit upahan, kemuliaan Moab dengan segala keramaiannya yang besar akan menjadi kehinaan, dan orang yang tersisa akan sangat sedikit dan tak berdaya.” (Yesaya 16:14)
Pembahasan: Yesaya 16:1-14 | Ayat Bacaan: Yesaya 16-17
Yesaya 16:1-14
Ucapan ilahi terhadap Asyur
24 TUHAN semesta alam telah bersumpah, firman-Nya: “Sesungguhnya seperti yang Kumaksud, demikianlah akan terjadi, dan seperti yang Kurancang, demikianlah akan terlaksana:
25 Aku akan membinasakan orang Asyur dalam negeri-Ku dan menginjak-injak mereka di atas gunung-Ku; kuk yang diletakkan mereka atas umat-Ku akan terbuang dan demikian juga beban yang ditimpakan mereka atas bahunya.”
26 Itulah rancangan yang telah dibuat mengenai seluruh bumi, dan itulah tangan yang teracung terhadap segala bangsa.
27 TUHAN semesta alam telah merancang, siapakah yang dapat menggagalkannya? Tangan-Nya telah teracung, siapakah yang dapat membuatnya ditarik kembali?
Ucapan ilahi terhadap Filistea
28 Dalam tahun matinya raja Ahas datanglah ucapan ilahi ini:
29 Janganlah bersukaria, hai segenap Filistea, karena walaupun gada orang yang memukul engkau sudah patah, tetapi dari keturunan ular itu akan keluar ular beludak, dan anaknya akan menjadi ular naga terbang.
30 Yang paling hina dari umat-Ku akan mendapat makanan dan orang-orang miskin akan diam dengan tenteram, tetapi keturunanmu akan Kumatikan dengan kelaparan, dan sisa-sisamu akan Kubunuh.
31 Merataplah, hai pintu gerbang! Berteriaklah, hai kota! Gemetarlah, hai segenap Filistea! Sebab di sebelah utara sudah mengepul asap perang, dan barisan musuh maju tanpa ada yang mundur.
32 Dan apakah jawab yang akan diberi kepada utusan-utusan bangsa itu? “TUHAN yang meletakkan dasar Sion, dan di sanalah orang-orang yang sengsara dari umat-Nya mendapat perlindungan.”
Yesaya 17
Ucapan ilahi terhadap Moab
1 Ucapan ilahi tentang Moab. Sungguh, dalam suatu malam Ar-Moab sudah dirusakkan, dibinasakan; sungguh, dalam suatu malam Kir-Moab sudah dirusakkan, dibinasakan!
2 Puteri Dibon naik ke bukit-bukit pengorbanan untuk menangis; Moab meratap karena Nebo dan karena Medeba. Di situ semua orang menggundul kepalanya dan memotong janggutnya sebagai tanda berkabung.
3 Di jalan-jalan orang berlilitkan kain kabung, di atas sotoh dan di tanah-tanah lapang sekaliannya meratap, sedang air mata bercucuran.
4 Hesybon dan Eleale meraung-raung, suara mereka kedengaran sampai ke Yahas. Sebab itu orang-orang bersenjata di Moab berseru-seru, jiwanyapun gemetar.
5 Aku berteriak karena Moab, pengungsi-pengungsi sudah sampai ke Zoar, ke Eglat-Selisia. Sungguh, orang mendaki pendakian Luhit sambil menangis; dan di jalan ke Horonaim orang berteriak karena ditimpa bencana.
6 Sungguh, air di Nimrim menjadi kering dan tandus dan rumput sudah kering, rumput muda sudah habis, tidak ada lagi tumbuh-tumbuhan hijau.
7 Sebab itu segala harta yang mereka tumpuk dan segala yang mereka simpan mereka bawa ke seberang sungai Haarabim.
8 Sungguh, teriak itu akan kedengaran di seluruh daerah Moab, ratapnya terdengar sampai ke Eglaim, bahkan sampai ke Beer-Elim.
9 Sungguh, air Dibon telah penuh dengan darah, tetapi yang menimpa Dibon akan Kutambah lagi, yaitu singa akan menerkam orang-orang yang terluput dari Moab dan yang tersisa di tanah itu.
Tidak sedikit orang membangun rasa aman dalam hidupnya di atas kekuatan, posisi, atau pencapaian yang dimilikinya. Selama semuanya tampak stabil, kepercayaan diri pun tumbuh. Namun, ketika krisis datang, manusia baru menyadari betapa rapuh fondasi yang selama ini diandalkannya. Alkitab berulang kali menunjukkan bahwa rasa aman yang tidak dibangun di atas Allah pada akhirnya akan mengecewakan. Yesaya 16:1-14 mengajak kita melihat kenyataan ini melalui kisah bangsa Moab, sebuah bangsa yang kuat dan angkuh, tetapi akhirnya harus menghadapi kehancuran karena sandaran yang keliru.
Yesaya 16 melukiskan Moab yang sedang berada dalam pelarian dan ratapan. Mereka kehilangan tanah, kekuatan, dan identitas nasional. Dalam keadaan terdesak, Moab digambarkan mencoba mencari perlindungan, bahkan mengirim upeti ke Sion. Namun, teks ini menyingkapkan bahwa masalah utama Moab bukan sekadar ancaman militer, melainkan keangkuhan hati mereka. Nabi dengan jelas berkata, “Kami telah mendengar tentang kecongkakan Moab” (ay. 6). Kesombongan itu membuat Moab enggan merendahkan diri dan sungguh-sungguh berlindung kepada Allah. Di tengah gambaran penghakiman, muncul satu ayat yang kontras, yaitu gambaran tentang sebuah takhta yang ditegakkan dalam kasih setia dan kebenaran (ay. 5). Hal ini menunjukkan bahwa keamanan sejati tidak terletak pada kekuatan suatu bangsa, melainkan pada pemerintahan Allah yang adil dan setia. Bahkan ketika Allah menghakimi, Ia tetap menyatakan belas kasihan-Nya melalui ratapan-Nya atas kehancuran Moab.
Firman Tuhan ini mengajak kita untuk jujur bertanya: di manakah kita mencari rasa aman? Stabilitas ekonomi, relasi, atau kemampuan diri sendiri? Kisah Moab mengingatkan bahwa semua itu bisa runtuh. Allah tidak menolak orang yang mencari perlindungan, tetapi Ia menentang keangkuhan yang menolak untuk tunduk kepada-Nya. Undangan firman Tuhan hari ini adalah panggilan untuk merendahkan hati dan berlindung pada kasih setia serta kebenaran-Nya. Di sanalah umat Allah menemukan keamanan yang tidak ditentukan oleh keadaan, melainkan oleh kesetiaan Tuhan sendiri.
STUDI PRIBADI: Apa yang menjadi keangkuhan hati bangsa Moab sehingga Allah pun turut menghukum mereka?
Pokok Doa: Berdoalah agar Tuhan terus mengingatkan setiap kita untuk terus bersandar kepada Dia, Sang Pemilik kehidupan kita.
Yesaya 16:1-14
1 Mereka mengirim anak domba kepada pemerintah negeri, dari Sela melalui padang gurun ke gunung puteri Sion.
2 Seperti burung yang lari terbang, dan isi sarang yang diusir, demikianlah anak-anak perempuan Moab di tempat-tempat penyeberangan sungai Arnon.
3 "Berilah nasihat, pertahankanlah hak, jadilah naungan yang teduh di waktu rembang tengah hari; sembunyikanlah orang-orang yang terbuang, janganlah khianati orang-orang pelarian!
4 Biarkanlah orang-orang yang terbuang dari Moab menumpang padamu, jadilah tempat persembunyian baginya terhadap si pembinasa! Apabila penggagahan sudah berakhir, pembinasaan sudah lewat dan orang lalim sudah habis lenyap dari negeri,
5 maka suatu takhta akan ditegakkan dalam kasih setia dan di atasnya, dalam kemah Daud, akan duduk senantiasa seorang hakim yang menegakkan keadilan, dan yang segera melakukan kebenaran."
6 Kami telah mendengar tentang keangkuhan Moab, alangkah angkuhnya dia, tentang kecongkakannya, keangkuhannya dan kegemasannya, dan tentang cakap anginnya yang tidak benar.
7 Sebab itu biarlah orang Moab meratap, seorang karena yang lain, biarlah sekaliannya meratap. Mengingat kue kismis Kir-Hareset biarlah mereka mengaduh dan hancur luluh sama sekali!
8 Sebab kebun-kebun Hesybon dan pohon anggur Sibma telah merana; para penguasa bangsa-bangsa telah memotong pohon-pohon anggurnya yang terbaik, yang dahulu meluas sampai ke Yaezer dan merambat ke padang gurun; ranting-rantingnya berserak sampai ke seberang laut.
9 Sebab itu aku turut menangis dengan Yaezer karena pohon anggur Sibma; aku mau membasahi engkau dengan air mataku, hai Hesybon dan Eleale, sebab pada musim kemarau tepat waktu panen musuhmu menyerbu dengan pekik pertempuran.
10 Telah lenyap sukaria dan sorak-sorak dari kebun buah-buahan; telah menghilang dari kebun-kebun anggur tempik sorak dan sorak-sorai; tiada pengirik anggur di tempat pemerasan, pekik mereka sudah berhenti.
11 Oleh karena itu, seperti kecapi mendengking, begitulah hatiku menjerit melihat keadaan Moab, dan batinku tergerak melihat keadaan Kir-Heres.
12 Maka sekalipun Moab pergi beribadah dan bersusah payah di atas bukit pengorbanan dan masuk ke tempat kudusnya untuk berdoa, ia tidak akan mencapai apa-apa.
13 Itulah firman yang diucapkan TUHAN tentang Moab pada waktu yang lalu.
14 Maka sekarang TUHAN berfirman: "Dalam tiga tahun, menurut masa kerja prajurit upahan, maka kemuliaan Moab, serta dengan keramaiannya yang besar, akan menjadi kehinaan, dan orang yang tertinggal akan sangat sedikit dan tiada berkuasa."
Yesaya 16:6
6 Kami telah mendengar tentang keangkuhan Moab, alangkah angkuhnya dia, tentang kecongkakannya, keangkuhannya dan kegemasannya, dan tentang cakap anginnya yang tidak benar.
Yesaya 16:5
5 maka suatu takhta akan ditegakkan dalam kasih setia dan di atasnya, dalam kemah Daud, akan duduk senantiasa seorang hakim yang menegakkan keadilan, dan yang segera melakukan kebenaran."
Yesaya 14:25
25 Aku akan membinasakan orang Asyur dalam negeri-Ku dan menginjak-injak mereka di atas gunung-Ku; kuk yang diletakkan mereka atas umat-Ku akan terbuang dan demikian juga beban yang ditimpakan mereka atas bahunya."
Yohanes 14:26
26 Itulah rancangan yang telah dibuat mengenai seluruh bumi, dan itulah tangan yang teracung terhadap segala bangsa.
Pengkhotbah 8:12-13
12 Walaupun orang yang berdosa dan yang berbuat jahat seratus kali hidup lama, namun aku tahu, bahwa orang yang takut akan Allah akan beroleh kebahagiaan, sebab mereka takut terhadap hadirat-Nya.
13 Tetapi orang yang fasik tidak akan beroleh kebahagiaan dan seperti bayang-bayang ia tidak akan panjang umur, karena ia tidak takut terhadap hadirat Allah.
Pengkhotbah 8:16
16 Ketika aku memberi perhatianku untuk memahami hikmat dan melihat kegiatan yang dilakukan orang di dunia tanpa mengantuk siang malam,
Pengkhotbah 8:17
17 maka nyatalah kepadaku, bahwa manusia tidak dapat menyelami segala pekerjaan Allah, yang dilakukan-Nya di bawah matahari. Bagaimanapun juga manusia berlelah-lelah mencarinya, ia tidak akan menyelaminya. Walaupun orang yang berhikmat mengatakan, bahwa ia mengetahuinya, namun ia tidak dapat menyelaminya.
Mazmur 146:9
9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.
Mazmur 41:5
4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"
Matius 5:7
7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Matius 11:28
28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
1 Petrus 5:7
7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.


