Pembalasan Atas Edom

“Sebab hari pembalasan telah Kurencanakan dan tahun pembebasan bagi umat-Ku telah datang.” (Yesaya 63:4)



Pembahasan: Yesaya 63:1-6 | Ayat Bacaan: Yesaya 63-64

Bayangkan sesosok Pahlawan yang gagah perkasa muncul dari Edom dengan jubah merah menyala. Dalam penglihatan ini, Yesaya bertanya, “Siapakah Dia ini?” Jawabannya mengejutkan: Dia bukanlah manusia biasa, melainkan TUHAN sendiri yang datang sebagai Pahlawan Perang. Warna merah pada jubah-Nya bukan hiasan atau pewarna, melainkan tanda bahwa penghakiman telah dijatuhkan. Edom di sini bukan sekadar musuh geografis Israel, melainkan lambang dari segala kuasa duniawi dan kejahatan yang menentang kekudusan Allah. Ini adalah proklamasi visual yang tegas bahwa Allah tidak akan berdiam diri selamanya terhadap dosa; ada batas waktu bagi kejahatan untuk berkuasa, dan keadilan-Nya pasti ditegakkan.

Inti teologis bagian ini terletak pada metafora “pengirikan anggur” (ayat 2-3). Di zaman kuno, buah anggur diinjak-injak untuk mengeluarkan sarinya. Namun, Sang Pahlawan menjelaskan bahwa noda merah di jubah-Nya adalah darah musuh-musuh Allah. Pernyataan bahwa “Aku mengiriknya seorang diri” menunjukkan kedaulatan mutlak Allah. Tidak ada manusia atau malaikat yang mampu membantu-Nya menegakkan keadilan semesta; Dia mengerjakannya sendiri. Ini paradoks kasih dan keadilan: Ia tidak bisa menyelamatkan umat-Nya (“tahun pembebasan”) tanpa menghancurkan kuasa dosa (“hari pembalasan”). Dalam Kristus, kita melihat penggenapan ganda: Ia yang rela “diirik” di kayu salib menanggung murka Allah demi kita, namun Ia juga Hakim Adil yang kelak akan datang kembali untuk menuntaskan segala kejahatan di muka bumi.

Bagaimana firman ini mengubah hidup kita hari ini? Pertama, bangunlah rasa gentar yang kudus terhadap dosa. Jika Allah begitu serius menangani kejahatan hingga digambarkan dengan jubah yang merah, jangan kita hidup seolah-olah dosa adalah hal sepele. Kedua, lepaskanlah hak untuk membalas dendam. Ketika kita disakiti atau diperlakukan tidak adil, naluri kita mendorong kita untuk membalas. Namun, teks ini mengingatkan bahwa pembalasan adalah hak eksklusif Tuhan. Kita memiliki Pembela Agung yang jauh lebih adil daripada kita. Tugas kita adalah mengasihi sesama, sedangkan tugas Dia adalah menghakimi dengan adil. Milikiah ketenangan hati, karena Sang Pahlawan dari Edom memegang kendali penuh atas sejarah hidup kita.

STUDI PRIBADI: Renungkanlah keadaan hidup Anda hari ini. Bawalah segala dosa dan akuilah di hadapan Tuhan. Jangan meremehkan dosa dan jangan tunda pertobatanmu.

Pokok Doa: Doakan anak-anak muda Kristen agar berjuang hidup kudus, baik mereka yang single maupun yang sedang berpacaran. Kiranya Tuhan membangkitkan generasi muda yang hidup dalam kekudusan bagi-Nya.

×

Yesaya 63:2-3

2 "Mengapakah pakaian-Mu semerah itu, dan baju-Mu seperti baju pengirik buah anggur?"

3 "Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan, dan dari antara umat-Ku tidak ada yang menemani Aku! Aku telah mengirik bangsa-bangsa dalam murka-Ku, dan Aku telah menginjak-injak mereka dalam kehangatan amarah-Ku; semburan darah mereka memercik kepada baju-Ku, dan seluruh pakaian-Ku telah cemar.

×

Yesaya 62:8-9

8 TUHAN telah bersumpah demi tangan kanan-Nya, demi tangan kekuatan-Nya: "Sesungguhnya, Aku tidak akan memberi gandummu lagi sebagai makanan kepada musuhmu, dan sesungguhnya, orang-orang asing tidak akan meminum air anggurmu yang telah kauhasilkan dengan bersusah-susah;

9 tetapi orang yang menuainya akan memakannya juga dan akan memuji-muji TUHAN, dan orang yang mengumpulkannya akan meminumnya juga di pelataran-pelataran tempat kudus-Ku."

×

Yesaya 7:14

14 Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

×

Yesaya 61:5-9

5 Orang-orang luar akan melayani kamu sebagai gembala kambing dombamu, dan orang-orang asing akan bekerja bagimu sebagai petani dan tukang kebun anggurmu.

6 Tetapi kamu akan disebut imam TUHAN dan akan dinamai pelayan Allah kita. Kamu akan menikmati kekayaan bangsa-bangsa dan akan memegahkan diri dengan segala harta benda mereka.

7 Sebagai ganti bahwa kamu mendapat malu dua kali lipat, dan sebagai ganti noda dan ludah yang menjadi bagianmu, kamu akan mendapat warisan dua kali lipat di negerimu dan sukacita abadi akan menjadi kepunyaanmu.

8 Sebab Aku, TUHAN, mencintai hukum, dan membenci perampasan dan kecurangan; Aku akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu.

9 Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati TUHAN.

×

Lukas 4:18-21

18 "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku

19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."

20 Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.

21 Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."

×

Yesaya 61:10

10 Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.

×

Yesaya 61:3

3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya.

×

Yesaya 37:22-29

22 inilah firman yang telah diucapkan TUHAN mengenai dia: Anak dara, yaitu puteri Sion, telah menghina engkau, telah mengolok-olokkan engkau; dan puteri Yerusalem telah geleng-geleng kepala di belakangmu.

23 Siapakah yang engkau cela dan engkau hujat? terhadap siapakah engkau menyaringkan suaramu, dan memandang dengan sombong-sombong? Terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel!

24 Dengan perantaraan hamba-hambamu engkau telah mencela Tuhan, dan engkau telah berkata: Dengan banyaknya keretaku aku naik ke tempat-tempat tinggi di pegunungan, ke tempat yang paling jauh di gunung Libanon; aku telah menebang pohon-pohon arasnya yang tinggi besar, pohon-pohon sanobarnya yang terpilih; aku telah masuk ke tempat tinggi yang paling ujung, ke hutan pohon-pohonannya yang lebat.

25 Aku ini telah menggali air dan telah minum air; aku telah mengeringkan dengan telapak kakiku segala sungai di Mesir!

26 Bukankah telah kaudengar, bahwa Aku telah menentukannya dari jauh hari dan telah merancangnya dari zaman purbakala? Sekarang Aku mewujudkannya, bahwa engkau membuat sunyi senyap kota-kota yang berkubu menjadi timbunan batu,

27 sedang penduduknya yang tak berdaya menjadi terkejut dan malu; mereka menjadi seperti tumbuh-tumbuhan di padang dan seperti rumput hijau, seperti rumput di atas sotoh, atau gandum yang layu sebelum ia masak.

28 Aku tahu, jika engkau bangun atau duduk, jika keluar atau masuk, atau jika engkau mengamuk terhadap Aku.

29 Oleh karena engkau telah mengamuk terhadap Aku, dan kata-kata keangkuhanmu telah naik sampai ke telinga-Ku, maka Aku akan menaruh kelikir-Ku pada hidungmu dan kekang-Ku pada bibirmu, dan Aku akan memulangkan engkau melalui jalan, dari mana engkau datang.

×

Yesaya 37:30-32

30 Dan inilah yang akan menjadi tanda bagimu, hai Hizkia: Dalam tahun ini orang makan apa yang tumbuh sendiri, dan dalam tahun yang kedua, apa yang tumbuh dari tanaman yang pertama, tetapi dalam tahun yang ketiga, menaburlah kamu, menuai, membuat kebun anggur dan memakan buahnya.

31 Dan orang-orang yang terluput di antara kaum Yehuda, yaitu orang-orang yang masih tertinggal, akan berakar pula ke bawah dan menghasilkan buah ke atas.

32 Sebab dari Yerusalem akan keluar orang-orang yang tertinggal dan dari gunung Sion orang-orang yang terluput; giat cemburu TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

×

Mazmur 37:33

33 Sebab itu beginilah firman TUHAN mengenai raja Asyur: Ia tidak akan masuk ke kota ini dan tidak akan menembakkan panah ke sana; juga ia tidak akan mendatanginya dengan perisai dan tidak akan menimbun tanah menjadi tembok untuk mengepungnya.

×

Yesaya 37:35

35 Dan Aku akan memagari kota ini untuk menyelamatkannya, oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku."

×

Yesaya 37:36

36 Keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka!

×

1 Yesaya 37:37

37 Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.

×

1 Yesaya 37:38

38 Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Sharing Is Caring: