Bangsa Yang Keras

“Dosa Yehuda telah tertulis dengan pena besi, yang matanya dari intan, terukir pada loh hati mereka dan pada tanduk-tanduk mezbah mereka.” (Yeremia 17:1)



Pembahasan: Yeremia 17:1-18 | Ayat Bacaan: Yeremia 17

Tidak sedikit orang berkata, “Hidupku hancur karena…” karena ekonomi, keluarga, orang lain, masa lalu, dan sebagainya. Mereka berpikir faktor eksternallah yang menjadi penyebab utamanya.

Perikop hari ini dengan tajam menunjukkan bahwa Firman Tuhan tidak menuding faktor eksternal, melainkan hati manusia yang keras. Pada masa itu, Yeremia bernubuat kepada bangsa yang secara lahiriah masih beragama, masih memiliki mezbah, dan masih menyebut nama TUHAN. Namun justru di situlah persoalannya. Kehidupan rohani mereka tampak utuh, sementara hati mereka telah rusak dari dalam. Di Yeremia 17:1-4, Tuhan menyatakan bahwa dosa Yehuda “terukir” di hati mereka. Bukan sekadar mencemari permukaan, tetapi terukir secara permanen dengan pena besi bermata intan. Metafora ini menunjukkan bahwa kerusakan hati mereka bersifat mendalam dan serius. Bahkan dosa itu diwariskan (ay. 2) dari generasi ke generasi. Ayat 5-13 menjelaskan penyebab utamanya: bangsa ini telah memindahkan sandaran hidup mereka, dari TUHAN kepada kekuatan manusia dan sistem dunia. Hati mereka dikatakan menjadi bengkok dan “tak tersembuhkan” (ay. 9), bukan karena Tuhan tidak sanggup memulihkan, melainkan karena mereka menolak TUHAN, Sang Sumber Air Hidup (ay. 13). Di tengah kondisi tersebut, Tuhan menghadirkan sebuah kontras yang kuat: celakalah orang yang mengandalkan manusia, tetapi diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan. Orang yang berpaut kepada TUHAN digambarkan seperti pohon yang akarnya menjangkau air—tetap hijau, tidak panik dalam kekeringan, dan terus berbuah (ay. 7-8). Ketahanan dan keberhasilan hidupnya bukan disebabkan karena situasi yang ideal, melainkan karena ia terhubung kepada Tuhan, Sang Sumber Kehidupan.

Dengan demikian, kebenaran ini mengajak kita berhenti menyalahkan faktor eksternal dan mulai memeriksa hati diri. Jika hari ini, kita merasa hidup kita kering, hancur dan gagal, bisa jadi penyebabnya bukanlah faktor eksternal, tetapi hati kita yang perlahan-lahan telah memindahkan sandaran hidup kita, dari Tuhan kepada kemampuan diri sendiri. Hati yang keras sering tidak tampak jahat; ia hanya menolak untuk taat kepada firman dan berharap kepada Tuhan. Karena itu, mari periksa batin kita, “Bagaimanakah sesungguhnya kondisi hati kita?” Bersediakah kita mendengar, taat dan bersandar kepada Allah?

STUDI PRIBADI: Hal apa yang sering membuat hati manusia menjadi keras sehingga sulit mendengar dan taat kepada Allah? Lalu, bagaimana kita dapat mengatasinya?

Pokok Doa: Berdoa agar Roh Kudus menjamah hati yang keras, mengganti dengan hati yang lembut untuk taat kepada firman Tuhan. Berdoa agar umat Allah memiliki hidup sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.

×

Yeremia 17:1-4

1 "Dosa Yehuda telah tertulis dengan pena besi, yang matanya dari intan, terukir pada loh hati mereka dan pada tanduk-tanduk mezbah mereka

2 sebagai peringatan terhadap mereka! --Mezbah-mezbah mereka dan tiang-tiang berhala mereka memang ada di samping pohon yang rimbun di atas bukit yang tinggi,

3 yakni pegunungan di padang. --Harta kekayaanmu dan segala barang perbendaharaanmu akan Kuberikan dirampas sebagai ganjaran atas dosamu di segenap daerahmu.

4 Engkau terpaksa lepas tangan dari milik pusakamu yang telah Kuberikan kepadamu, dan Aku akan membuat engkau menjadi budak musuhmu di negeri yang tidak kaukenal, sebab dalam murka-Ku api telah mencetus yang akan menyala untuk selama-lamanya."

×

Yeremia 17:2

2 sebagai peringatan terhadap mereka! --Mezbah-mezbah mereka dan tiang-tiang berhala mereka memang ada di samping pohon yang rimbun di atas bukit yang tinggi,

×

Yeremia 17:5-13

5 Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

6 Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.

7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

9 Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?

10 Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya."

11 Seperti ayam hutan yang mengerami yang tidak ditelurkannya, demikianlah orang yang menggaruk kekayaan secara tidak halal, pada pertengahan usianya ia akan kehilangan semuanya, dan pada kesudahan usianya ia terkenal sebagai seorang bebal.

12 Takhta kemuliaan, luhur dari sejak semula, tempat bait kudus kita!

13 Ya Pengharapan Israel, TUHAN, semua orang yang meninggalkan Engkau akan menjadi malu; orang-orang yang menyimpang dari pada-Mu akan dilenyapkan di negeri, sebab mereka telah meninggalkan sumber air yang hidup, yakni TUHAN.

×

Yeremia 17:9

9 Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?

×

Yeremia 17:13

13 Ya Pengharapan Israel, TUHAN, semua orang yang meninggalkan Engkau akan menjadi malu; orang-orang yang menyimpang dari pada-Mu akan dilenyapkan di negeri, sebab mereka telah meninggalkan sumber air yang hidup, yakni TUHAN.

×

Yesaya 17:7-8

7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

×

Yesaya 61:3

3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya.

×

Yesaya 37:22-29

22 inilah firman yang telah diucapkan TUHAN mengenai dia: Anak dara, yaitu puteri Sion, telah menghina engkau, telah mengolok-olokkan engkau; dan puteri Yerusalem telah geleng-geleng kepala di belakangmu.

23 Siapakah yang engkau cela dan engkau hujat? terhadap siapakah engkau menyaringkan suaramu, dan memandang dengan sombong-sombong? Terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel!

24 Dengan perantaraan hamba-hambamu engkau telah mencela Tuhan, dan engkau telah berkata: Dengan banyaknya keretaku aku naik ke tempat-tempat tinggi di pegunungan, ke tempat yang paling jauh di gunung Libanon; aku telah menebang pohon-pohon arasnya yang tinggi besar, pohon-pohon sanobarnya yang terpilih; aku telah masuk ke tempat tinggi yang paling ujung, ke hutan pohon-pohonannya yang lebat.

25 Aku ini telah menggali air dan telah minum air; aku telah mengeringkan dengan telapak kakiku segala sungai di Mesir!

26 Bukankah telah kaudengar, bahwa Aku telah menentukannya dari jauh hari dan telah merancangnya dari zaman purbakala? Sekarang Aku mewujudkannya, bahwa engkau membuat sunyi senyap kota-kota yang berkubu menjadi timbunan batu,

27 sedang penduduknya yang tak berdaya menjadi terkejut dan malu; mereka menjadi seperti tumbuh-tumbuhan di padang dan seperti rumput hijau, seperti rumput di atas sotoh, atau gandum yang layu sebelum ia masak.

28 Aku tahu, jika engkau bangun atau duduk, jika keluar atau masuk, atau jika engkau mengamuk terhadap Aku.

29 Oleh karena engkau telah mengamuk terhadap Aku, dan kata-kata keangkuhanmu telah naik sampai ke telinga-Ku, maka Aku akan menaruh kelikir-Ku pada hidungmu dan kekang-Ku pada bibirmu, dan Aku akan memulangkan engkau melalui jalan, dari mana engkau datang.

×

Yesaya 37:30-32

30 Dan inilah yang akan menjadi tanda bagimu, hai Hizkia: Dalam tahun ini orang makan apa yang tumbuh sendiri, dan dalam tahun yang kedua, apa yang tumbuh dari tanaman yang pertama, tetapi dalam tahun yang ketiga, menaburlah kamu, menuai, membuat kebun anggur dan memakan buahnya.

31 Dan orang-orang yang terluput di antara kaum Yehuda, yaitu orang-orang yang masih tertinggal, akan berakar pula ke bawah dan menghasilkan buah ke atas.

32 Sebab dari Yerusalem akan keluar orang-orang yang tertinggal dan dari gunung Sion orang-orang yang terluput; giat cemburu TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

×

Mazmur 37:33

33 Sebab itu beginilah firman TUHAN mengenai raja Asyur: Ia tidak akan masuk ke kota ini dan tidak akan menembakkan panah ke sana; juga ia tidak akan mendatanginya dengan perisai dan tidak akan menimbun tanah menjadi tembok untuk mengepungnya.

×

Yesaya 37:35

35 Dan Aku akan memagari kota ini untuk menyelamatkannya, oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku."

×

Yesaya 37:36

36 Keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka!

×

1 Yesaya 37:37

37 Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.

×

1 Yesaya 37:38

38 Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Sharing Is Caring: