Benar, Tapi Menderita

“Demikianlah halnya Yeremia masuk ke sumur, ruang tahanan di bawah tanah. Yeremia cukup lama tinggal di sana.” (Yeremia 37:16)



Pembahasan: Yeremia 37:11-16 | Ayat Bacaan: Yeremia 36-37

Pernahkah kita mengalami ketidakadilan? Mungkin kita sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi hasil yang kita dapatkan tidak sesuai dengan usaha yang kita keluarkan. Kita sudah hidup benar, namun kemudian difitnah. Bahkan ketika kita berusaha menjelaskan, kondisinya tetap tidak berubah. Kita tetap dicap sebagai orang yang “salah” dan diperlakukan dengan tidak adil. Dalam momen seperti itu, bukan hanya situasi yang menekan, tetapi iman kita juga diuji: apakah Tuhan benar-benar melihat dan peduli?

Yeremia mengalami hal serupa. Yeremia 37:11-16 mencatat bahwa ia tidak melarikan diri, tidak berkhianat, dan tidak menipu. Ia hanya menaati Tuhan dan menjalankan tanggung jawabnya. Namun, ketaatan itu justru disalahartikan. Ia dituduh, dipukul, dan dipenjarakan tanpa pengadilan yang adil. Teks ini menunjukkan kenyataan pahit bahwa kesetiaan kepada Tuhan tidak selalu membuat hidup lebih mudah. Kebenaran bisa ditolak, dan orang benar bisa menderita. Tetapi satu hal penting: penderitaan Yeremia bukanlah tanda Tuhan meninggalkannya, melainkan bagian dari panggilannya sebagai nabi yang setia.

Selain Yeremia, kita tahu ada satu Pribadi yang tidak bersalah, tetapi menderita. Dia adalah Yesus. Ia tidak bersalah, tetapi difitnah, dihakimi secara tidak adil, dan dihukum untuk satu tujuan: menyelamatkan manusia berdosa. Yesus memilih jalan ketidakadilan ini untuk kita. Sehingga ketika kita mengalami ketidakadilan, kita tahu kita tidak berjalan sendirian—kita berjalan di jejak Kristus. Roma 8:17 berkata, “Jika kita adalah anak, kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama Kristus, yaitu jika kita menderita bersama Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama Dia.” Maka, ketika kita menderita dan mengalami ketidakadilan oleh karena kebenaran, percayalah bahwa Tuhan tidak meninggalkan kita. Tuhan hadir, melihat, menjaga, dan memegang kendali atas hidup kita, dan menuntun kita berjalan di jejak Kristus menuju kemuliaan bersama Dia.

STUDI PRIBADI: Pernahkah Anda mengalami penderitaan karena kebenaran? Bagaimana Anda menghadapinya?

Pokok Doa: Berdoalah untuk setiap orang Kristen yang sedang dianiaya oleh karena kebenaran, agar mereka tetap bertahan di dalam iman dan menjadi terang melaluinya.

×

Yeremia 37:11-16

Yeremia dipenjarakan

11 Ketika tentara orang Kasdim itu telah angkat kaki dari Yerusalem oleh karena takut kepada tentara Firaun,

12 maka keluarlah Yeremia dari Yerusalem untuk pergi ke daerah Benyamin dengan maksud mengurus di sana pembagian warisan di antara kaum keluarga.

13 Tetapi ketika ia sampai ke pintu gerbang Benyamin, maka di sana ada seorang kepala jaga yang bernama Yeria bin Selemya bin Hananya; ia menangkap nabi Yeremia sambil berteriak: "Engkau mau menyeberang kepada orang Kasdim!"

14 Dan sekalipun Yeremia menjawab: "Itu bohong, aku tidak hendak menyeberang kepada orang Kasdim!", tetapi Yeria tidak mendengarkan, lalu ia menangkap Yeremia dan membawanya menghadap para pemuka.

15 Para pemuka ini menjadi marah kepada Yeremia; mereka memukul dia dan memasukkannya ke dalam rumah tahanan, rumah panitera Yonatan itu; adapun rumah itu telah dibuat mereka menjadi penjara.

16 Demikianlah halnya Yeremia masuk ke dalam ruang cadangan air di bawah tanah itu. Dan lama Yeremia tinggal di sana.

×

Roma 8:17

17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

×

Yeremia 34:17

17 Sebab Aku akan mendatangkan kesembuhan bagimu, Aku akan mengobati luka-lukamu, demikianlah firman TUHAN, sebab mereka telah menyebutkan engkau: orang buangan, yakni sisa yang tiada seorangpun menanyakannya.

×

Yeremia 30:11

11 Sebab Aku menyertai engkau, demikianlah firman TUHAN, untuk menyelamatkan engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah.

×

Yeremia 30:17

17 Sebab Aku akan mendatangkan kesembuhan bagimu, Aku akan mengobati luka-lukamu, demikianlah firman TUHAN, sebab mereka telah menyebutkan engkau: orang buangan, yakni sisa yang tiada seorangpun menanyakannya.

×

Yesaya 17:7-8

7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

×

Yesaya 61:3

3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya.

×

Yesaya 37:22-29

22 inilah firman yang telah diucapkan TUHAN mengenai dia: Anak dara, yaitu puteri Sion, telah menghina engkau, telah mengolok-olokkan engkau; dan puteri Yerusalem telah geleng-geleng kepala di belakangmu.

23 Siapakah yang engkau cela dan engkau hujat? terhadap siapakah engkau menyaringkan suaramu, dan memandang dengan sombong-sombong? Terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel!

24 Dengan perantaraan hamba-hambamu engkau telah mencela Tuhan, dan engkau telah berkata: Dengan banyaknya keretaku aku naik ke tempat-tempat tinggi di pegunungan, ke tempat yang paling jauh di gunung Libanon; aku telah menebang pohon-pohon arasnya yang tinggi besar, pohon-pohon sanobarnya yang terpilih; aku telah masuk ke tempat tinggi yang paling ujung, ke hutan pohon-pohonannya yang lebat.

25 Aku ini telah menggali air dan telah minum air; aku telah mengeringkan dengan telapak kakiku segala sungai di Mesir!

26 Bukankah telah kaudengar, bahwa Aku telah menentukannya dari jauh hari dan telah merancangnya dari zaman purbakala? Sekarang Aku mewujudkannya, bahwa engkau membuat sunyi senyap kota-kota yang berkubu menjadi timbunan batu,

27 sedang penduduknya yang tak berdaya menjadi terkejut dan malu; mereka menjadi seperti tumbuh-tumbuhan di padang dan seperti rumput hijau, seperti rumput di atas sotoh, atau gandum yang layu sebelum ia masak.

28 Aku tahu, jika engkau bangun atau duduk, jika keluar atau masuk, atau jika engkau mengamuk terhadap Aku.

29 Oleh karena engkau telah mengamuk terhadap Aku, dan kata-kata keangkuhanmu telah naik sampai ke telinga-Ku, maka Aku akan menaruh kelikir-Ku pada hidungmu dan kekang-Ku pada bibirmu, dan Aku akan memulangkan engkau melalui jalan, dari mana engkau datang.

×

Yesaya 37:30-32

30 Dan inilah yang akan menjadi tanda bagimu, hai Hizkia: Dalam tahun ini orang makan apa yang tumbuh sendiri, dan dalam tahun yang kedua, apa yang tumbuh dari tanaman yang pertama, tetapi dalam tahun yang ketiga, menaburlah kamu, menuai, membuat kebun anggur dan memakan buahnya.

31 Dan orang-orang yang terluput di antara kaum Yehuda, yaitu orang-orang yang masih tertinggal, akan berakar pula ke bawah dan menghasilkan buah ke atas.

32 Sebab dari Yerusalem akan keluar orang-orang yang tertinggal dan dari gunung Sion orang-orang yang terluput; giat cemburu TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

×

Mazmur 37:33

33 Sebab itu beginilah firman TUHAN mengenai raja Asyur: Ia tidak akan masuk ke kota ini dan tidak akan menembakkan panah ke sana; juga ia tidak akan mendatanginya dengan perisai dan tidak akan menimbun tanah menjadi tembok untuk mengepungnya.

×

Yesaya 37:35

35 Dan Aku akan memagari kota ini untuk menyelamatkannya, oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku."

×

Yesaya 37:36

36 Keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka!

×

1 Yesaya 37:37

37 Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.

×

1 Yesaya 37:38

38 Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Sharing Is Caring: