Yerusalem Jatuh

“Orang-orang Kasdim membakar istana raja dan perumahan rakyat dengan api, lalu mereka merobohkan tembok-tembok Yerusalem.” (Yeremia 39:8) (Yeremia 38:20)



Pembahasan: Yeremia 39:1-10 | Ayat Bacaan: Yeremia 39-40

Apa yang kita pikirkan, ketika membayangkan kejatuhan Yerusalem? Dalam 2 Tawarikh 6:6, Tuhan berkata bahwa Ia memilih Yerusalem sebagai tempat kediaman nama-Nya. Kota ini adalah pilihan Tuhan dan simbol kehadiran-Nya, sekaligus takhta Daud, yang Tuhan janjikan akan kokoh untuk selamanya. Oleh sebab itu, Israel berpikir kota itu tidak mungkin hancur. Namun kenyataanya, kota itu direbut; istana raja dan perumahan dibakar, bahkan tembok-temboknya dirobohkan. Raja Zedekia ditangkap dan dibutakan, sementara keluarganya dan para pembesar dibunuh. Sungguh sebuah pemandangan yang sangat tragis dan mengerikan.

Selama puluhan tahun, Tuhan berbicara melalui Yeremia. Ia menegur dosa, memperingatkan konsekuensi perbuatan mereka, memanggil mereka kepada pertobatan, tetapi bangsa itu menolak untuk mendengar. Mereka mengeraskan hati, meski masih beribadah secara lahiriah, tetapi hati mereka jauh dari Tuhan. Mereka merasa aman karena memiliki Bait Allah, padahal tidak hidup taat kepada-Nya (band. Yeremia 7:8-10). Mereka menyangka Tuhan bisa “disogok” dan dipermainkan. Kejatuhan Yerusalem menjadi saksi bahwa bukan karena Tuhan kejam, melainkan karena Tuhan serius terhadap dosa. Bukan perilaku keagamaan yang Tuhan inginkan, melainkan ketaatan pada firman-Nya. Jika kita hanya mendengar firman, mengetahui firman, bahkan menguasai firman, tetapi hidup kita tidak diubahkan oleh firman, maka semua itu hanyalah kepalsuan belaka. Tuhan memang sabar, tetapi kesabaran-Nya bukan berarti Dia mengabaikan dosa.

Di tengah kehancuran kota, kita tetap melihat kasih setia Tuhan yang memelihara umat-Nya. Dalam ayat 10 dikatakan bahwa ada sebagian kecil rakyat, yakni orang-orang miskin yang tidak memiliki apa pun, ditinggalkan di tanah Yehuda dan diberikan kebun-kebun anggur dan ladang-ladang untuk mereka garap.

Patut kita renungkan: Apakah selama ini kita hanya sibuk dengan aktivitas kegiatan keagamaan, tetapi hati kita tidak sungguh-sungguh taat kepada-Nya? Apakah kita berpikir bahwa selama saya beribadah, melayani Tuhan, kita pasti diberkati, padahal hati kita jauh dari-Nya?

STUDI PRIBADI: Apa pelajaran dari kehancuran Yerusalem ini? Mengapa orang miskin di tanah Yehuda diberikan kebun dan ladang? Apa maknanya bagi kita?

Pokok Doa: Mari berdoa agar kita tidak terjebak dalam aktivitas keagamaan, tetapi senantiasa mengejar ketaatan yang sejati.

×

2 Tawarikh 6:6

6 Tetapi kemudian Aku memilih Yerusalem sebagai tempat kediaman nama-Ku dan memilih Daud untuk berkuasa atas umat-Ku Israel.

×

Yeremia 7:8-10

8 Tetapi sesungguhnya, kamu percaya kepada perkataan dusta yang tidak memberi faedah.

9 Masakan kamu mencuri, membunuh, berzinah dan bersumpah palsu, membakar korban kepada Baal dan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal,

10 kemudian kamu datang berdiri di hadapan-Ku di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan, sambil berkata: Kita selamat, supaya dapat pula melakukan segala perbuatan yang keji ini!

×

Yeremia 39:10

10 Tetapi sebagian dari rakyat, yakni orang-orang miskin yang tidak mempunyai apa-apa, ditinggalkan di tanah Yehuda oleh Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal. Pada waktu itu juga diberikannyalah kebun-kebun anggur dan ladang-ladang kepada mereka.

×

Yeremia 30:11

11 Sebab Aku menyertai engkau, demikianlah firman TUHAN, untuk menyelamatkan engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah.

×

Yeremia 30:17

17 Sebab Aku akan mendatangkan kesembuhan bagimu, Aku akan mengobati luka-lukamu, demikianlah firman TUHAN, sebab mereka telah menyebutkan engkau: orang buangan, yakni sisa yang tiada seorangpun menanyakannya.

×

Yesaya 17:7-8

7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

×

Yesaya 61:3

3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya.

×

Yesaya 37:22-29

22 inilah firman yang telah diucapkan TUHAN mengenai dia: Anak dara, yaitu puteri Sion, telah menghina engkau, telah mengolok-olokkan engkau; dan puteri Yerusalem telah geleng-geleng kepala di belakangmu.

23 Siapakah yang engkau cela dan engkau hujat? terhadap siapakah engkau menyaringkan suaramu, dan memandang dengan sombong-sombong? Terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel!

24 Dengan perantaraan hamba-hambamu engkau telah mencela Tuhan, dan engkau telah berkata: Dengan banyaknya keretaku aku naik ke tempat-tempat tinggi di pegunungan, ke tempat yang paling jauh di gunung Libanon; aku telah menebang pohon-pohon arasnya yang tinggi besar, pohon-pohon sanobarnya yang terpilih; aku telah masuk ke tempat tinggi yang paling ujung, ke hutan pohon-pohonannya yang lebat.

25 Aku ini telah menggali air dan telah minum air; aku telah mengeringkan dengan telapak kakiku segala sungai di Mesir!

26 Bukankah telah kaudengar, bahwa Aku telah menentukannya dari jauh hari dan telah merancangnya dari zaman purbakala? Sekarang Aku mewujudkannya, bahwa engkau membuat sunyi senyap kota-kota yang berkubu menjadi timbunan batu,

27 sedang penduduknya yang tak berdaya menjadi terkejut dan malu; mereka menjadi seperti tumbuh-tumbuhan di padang dan seperti rumput hijau, seperti rumput di atas sotoh, atau gandum yang layu sebelum ia masak.

28 Aku tahu, jika engkau bangun atau duduk, jika keluar atau masuk, atau jika engkau mengamuk terhadap Aku.

29 Oleh karena engkau telah mengamuk terhadap Aku, dan kata-kata keangkuhanmu telah naik sampai ke telinga-Ku, maka Aku akan menaruh kelikir-Ku pada hidungmu dan kekang-Ku pada bibirmu, dan Aku akan memulangkan engkau melalui jalan, dari mana engkau datang.

×

Yesaya 37:30-32

30 Dan inilah yang akan menjadi tanda bagimu, hai Hizkia: Dalam tahun ini orang makan apa yang tumbuh sendiri, dan dalam tahun yang kedua, apa yang tumbuh dari tanaman yang pertama, tetapi dalam tahun yang ketiga, menaburlah kamu, menuai, membuat kebun anggur dan memakan buahnya.

31 Dan orang-orang yang terluput di antara kaum Yehuda, yaitu orang-orang yang masih tertinggal, akan berakar pula ke bawah dan menghasilkan buah ke atas.

32 Sebab dari Yerusalem akan keluar orang-orang yang tertinggal dan dari gunung Sion orang-orang yang terluput; giat cemburu TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

×

Mazmur 37:33

33 Sebab itu beginilah firman TUHAN mengenai raja Asyur: Ia tidak akan masuk ke kota ini dan tidak akan menembakkan panah ke sana; juga ia tidak akan mendatanginya dengan perisai dan tidak akan menimbun tanah menjadi tembok untuk mengepungnya.

×

Yesaya 37:35

35 Dan Aku akan memagari kota ini untuk menyelamatkannya, oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku."

×

Yesaya 37:36

36 Keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka!

×

1 Yesaya 37:37

37 Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.

×

1 Yesaya 37:38

38 Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Sharing Is Caring: