Bisu Bermakna

“Dan Aku akan membuat lidahmu melekat pada langit-langitmu, sehingga engkau menjadi bisu dan tidak akan menempelak mereka, sebab mereka adalah kaum pemberontak.” (Yehezkiel 3:26)



Pembahasan: Yehezkiel 3:22-27 | Ayat Bacaan: Yehezkiel 2-3

Biasanya, seorang nabi bertugas menyampaikan nasihat, teguran, atau pengajaran kepada banyak orang. Namun, dalam Yehezkiel 3:22-27 menunjukkan suatu hal yang berbeda: Tuhan justru memerintahkan Yehezkiel untuk mengurung diri di rumahnya (ay. 24), diikat dengan tali, dibelenggu, dan dibatasi keluar masuknya di tengah-tengah umat-Nya (ay. 25). Tuhan bahkan membuatnya bisu dan tidak dapat berbicara (ay. 26). Semua ini merupakan tindakan simbolik yang hendak menyatakan bahwa Allah menarik diri dan membatasi wahyu-Nya sebagai bentuk penghukuman bagi Israel. Mengapa Tuhan berbuat demikian? Sebab umat Allah terus menerus memberontak dan menolak mendengarkan firman-Nya (ay. 26-27).

Namun Yehezkiel tidak bisu selamanya, ia diminta berbicara saat Tuhan membuka mulutnya. Sebagaimana Tuhan berfirman, demikianlah Yehezkiel harus menyampaikan firman-Nya dengan setia (ay. 27). Lebih lanjut, Tuhan menegaskan bahwa pendengar juga memiliki hak dan kebebasan memilih untuk mendengarkan atau membiarkan (ay. 27b). Hal ini menunjukkan bahwa sebagai pelayan firman, kita tidak dipanggil untuk menciptakan atau memodifikasi firman agar lebih diterima, tetapi harus menyampaikan apa yang Tuhan katakan. Pada saat yang sama, setiap pendengar bertanggung jawab penuh atas responsnya terhadap firman yang didengarnya.

Bagian ini mengingatkan kita pada beberapa hal yang penting. Pertama, firman Tuhan adalah salah satu anugerah terbesar bagi kita; jangan sampai hati kita degil, sehingga akhirnya Tuhan pun menahan firman-Nya bagi kita. Kedua, sebagai pelayan yang dipercayakan untuk menyampaikan firman, kita dipanggil untuk setia kepada firman-Nya, bukan untuk menyenangkan telinga manusia. Ketiga, setiap kita, pendengar firman Tuhan tidak berada dalam posisi netral, melainkan dihadapkan pada pilihan: mendengar dan taat, atau menolak dan mengeraskan hati. Marilah kita sungguh-sungguh menghargai firman Tuhan ketika disampaikan, jangan kita menganggapnya biasa, bahkan mendegilkan hati. Itu adalah momen ketika Allah berbicara. Sadarlah bahwa arah serta akhir hidup kita sangat ditentukan oleh respons kita terhadap firman-Nya.

STUDI PRIBADI: Renungkan: saat mendengar khotbah atau membaca Alkitab, masihkah merasakan suara Tuhan, atau justru sering merasa kering dan hampa? Apa penyebabnya?

Pokok Doa: Berdoalah agar Tuhan menolong setiap pelayan firman untuk dapat menyampaikan firman-Nya dengan setia, dan doakan juga agar setiap kita diberi hati yang peka dan taat terhadap firman Allah.

×

Yehezkiel 3:22-27

Yehezkiel menjadi bisu

22 Maka di sana kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia berfirman kepadaku: "Bangunlah dan pergilah ke lembah, di sana Aku akan berbicara dengan engkau."

23 Aku bangun dan pergi ke lembah; sesungguhnya di sana kelihatan kemuliaan TUHAN seperti kemuliaan yang telah kulihat di tepi sungai Kebar, dan aku sujud.

24 Tetapi masuklah Roh ke dalam aku dan ditegakkannya aku, lalu Ia berbicara dengan aku, kata-Nya: "Pergilah pulang, kurunglah dirimu di dalam rumahmu.

25 Dan engkau, anak manusia, sesungguhnya, engkau akan diikat dengan tali dan akan dibelenggu, sehingga engkau tidak bisa keluar masuk di tengah-tengah mereka.

26 Dan Aku akan membuat lidahmu melekat pada langit-langitmu, sehingga engkau menjadi bisu dan tidak akan menempelak mereka, sebab mereka adalah kaum pemberontak.

27 Tetapi kalau Aku berbicara dengan engkau, Aku akan membuka mulutmu dan engkau akan mengatakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH. Orang yang mau mendengar, biarlah ia mendengar; dan orang yang mau membiarkan, baiklah membiarkan, sebab mereka adalah kaum pemberontak."

×

Ratapan 3:24

24 Tetapi masuklah Roh ke dalam aku dan ditegakkannya aku, lalu Ia berbicara dengan aku, kata-Nya: "Pergilah pulang, kurunglah dirimu di dalam rumahmu.

×

Yehezkiel 3:25

25 Dan engkau, anak manusia, sesungguhnya, engkau akan diikat dengan tali dan akan dibelenggu, sehingga engkau tidak bisa keluar masuk di tengah-tengah mereka.

×

Yehezkiel 3:26

26 Dan Aku akan membuat lidahmu melekat pada langit-langitmu, sehingga engkau menjadi bisu dan tidak akan menempelak mereka, sebab mereka adalah kaum pemberontak.

×

Yehezkiel 3:26-27

26 Dan Aku akan membuat lidahmu melekat pada langit-langitmu, sehingga engkau menjadi bisu dan tidak akan menempelak mereka, sebab mereka adalah kaum pemberontak.

27 Tetapi kalau Aku berbicara dengan engkau, Aku akan membuka mulutmu dan engkau akan mengatakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH. Orang yang mau mendengar, biarlah ia mendengar; dan orang yang mau membiarkan, baiklah membiarkan, sebab mereka adalah kaum pemberontak."

×

Yehezkiel 3:27

27 Tetapi kalau Aku berbicara dengan engkau, Aku akan membuka mulutmu dan engkau akan mengatakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH. Orang yang mau mendengar, biarlah ia mendengar; dan orang yang mau membiarkan, baiklah membiarkan, sebab mereka adalah kaum pemberontak."

×

Yehezkiel 3:27b

27b Beginilah firman Tuhan ALLAH. Orang yang mau mendengar, biarlah ia mendengar; dan orang yang mau membiarkan, baiklah membiarkan, sebab mereka adalah kaum pemberontak."

×

Yesaya 37:22-29

22 inilah firman yang telah diucapkan TUHAN mengenai dia: Anak dara, yaitu puteri Sion, telah menghina engkau, telah mengolok-olokkan engkau; dan puteri Yerusalem telah geleng-geleng kepala di belakangmu.

23 Siapakah yang engkau cela dan engkau hujat? terhadap siapakah engkau menyaringkan suaramu, dan memandang dengan sombong-sombong? Terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel!

24 Dengan perantaraan hamba-hambamu engkau telah mencela Tuhan, dan engkau telah berkata: Dengan banyaknya keretaku aku naik ke tempat-tempat tinggi di pegunungan, ke tempat yang paling jauh di gunung Libanon; aku telah menebang pohon-pohon arasnya yang tinggi besar, pohon-pohon sanobarnya yang terpilih; aku telah masuk ke tempat tinggi yang paling ujung, ke hutan pohon-pohonannya yang lebat.

25 Aku ini telah menggali air dan telah minum air; aku telah mengeringkan dengan telapak kakiku segala sungai di Mesir!

26 Bukankah telah kaudengar, bahwa Aku telah menentukannya dari jauh hari dan telah merancangnya dari zaman purbakala? Sekarang Aku mewujudkannya, bahwa engkau membuat sunyi senyap kota-kota yang berkubu menjadi timbunan batu,

27 sedang penduduknya yang tak berdaya menjadi terkejut dan malu; mereka menjadi seperti tumbuh-tumbuhan di padang dan seperti rumput hijau, seperti rumput di atas sotoh, atau gandum yang layu sebelum ia masak.

28 Aku tahu, jika engkau bangun atau duduk, jika keluar atau masuk, atau jika engkau mengamuk terhadap Aku.

29 Oleh karena engkau telah mengamuk terhadap Aku, dan kata-kata keangkuhanmu telah naik sampai ke telinga-Ku, maka Aku akan menaruh kelikir-Ku pada hidungmu dan kekang-Ku pada bibirmu, dan Aku akan memulangkan engkau melalui jalan, dari mana engkau datang.

×

Yesaya 37:30-32

30 Dan inilah yang akan menjadi tanda bagimu, hai Hizkia: Dalam tahun ini orang makan apa yang tumbuh sendiri, dan dalam tahun yang kedua, apa yang tumbuh dari tanaman yang pertama, tetapi dalam tahun yang ketiga, menaburlah kamu, menuai, membuat kebun anggur dan memakan buahnya.

31 Dan orang-orang yang terluput di antara kaum Yehuda, yaitu orang-orang yang masih tertinggal, akan berakar pula ke bawah dan menghasilkan buah ke atas.

32 Sebab dari Yerusalem akan keluar orang-orang yang tertinggal dan dari gunung Sion orang-orang yang terluput; giat cemburu TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

×

Mazmur 37:33

33 Sebab itu beginilah firman TUHAN mengenai raja Asyur: Ia tidak akan masuk ke kota ini dan tidak akan menembakkan panah ke sana; juga ia tidak akan mendatanginya dengan perisai dan tidak akan menimbun tanah menjadi tembok untuk mengepungnya.

×

Yesaya 37:35

35 Dan Aku akan memagari kota ini untuk menyelamatkannya, oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku."

×

Yesaya 37:36

36 Keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka!

×

1 Yesaya 37:37

37 Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.

×

1 Yesaya 37:38

38 Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Sharing Is Caring: