Berlayar Ke Roma

“Namun, perwira itu lebih percaya kepada juru mudi dan nakhoda daripada kepada perkataan Paulus.” (Kisah Para Rasul 27:11)



Pembahasan: Kisah Para Rasul 27:1-13 | Ayat Bacaan: Kisah Para Rasul 27

Setiap orang sedang berlayar menuju sesuatu: cita-cita, panggilan pelayanan, atau masa depan keluarga yang didoakan. Kita berharap perjalanan menuju ke sana berlangsung lurus dan lancar, bahkan berharap kitalah yang memegang kendali. Namun, kenyataannya sering berbeda. Kita bergerak perlahan melawan angin, jadwal molor, rencana berubah, dan tidak jarang keputusan penting justru berada di tangan orang lain. Di situlah muncul pertanyaan yang menggoyahkan iman: jika ini memang kehendak Tuhan, mengapa jalannya begitu susah?

Pertanyaan itu setidaknya terjawab dalam kisah pelayaran Paulus. Tuhan sudah berjanji bahwa Paulus akan menjadi saksi Injil di Roma, tetapi ia berangkat bukan sebagai penumpang yang bebas, melainkan sebagai tahanan yang diserahkan kepada perwira Yulius. Lukas dan Aristarkhus menyertainya. Di Sidon, Yulius memperlakukan Paulus dengan ramah dan mengizinkannya menemui sahabat-sahabatnya untuk melengkapi keperluannya. Namun, angin sakal menghadang sehingga perjalanan menjadi lambat dan sulit. Mereka berganti kapal di Mira dan akhirnya berlabuh di Pelabuhan Indah, dekat Lasea. Banyak waktu terbuang dan musim berlayar sudah lewat. Peringatan Paulus tentang bahaya diabaikan; perwira itu lebih memilih mengikuti nakhoda dan suara terbanyak. Ketika angin selatan bertiup sepoi-sepoi, mereka pun membongkar sauh.

Perikop ini menolong kita memahami perjalanan kehidupan. Tujuan yang Tuhan tetapkan itu pasti, tetapi bukan berarti jalannya mudah. Paulus tetap tiba di Roma, meskipun harus melewati angin sakal, penundaan, dan keputusan orang lain yang keliru. Di tengah perjalanan yang berat, Tuhan juga menyelipkan anugerah melalui perwira yang ramah, sahabat-sahabat di Sidon, dan teman yang setia menemani. Maka, renungkanlah: ke mana hidupku sedang berlayar, dan siapakah yang sesungguhnya memegang kemudinya? Apakah aku menilai penyertaan Tuhan dari mulus dan lancarnya perjalanan? Sudahkah aku mensyukuri persinggahan kecil yang Ia sediakan dan menjadi teman seperjalanan bagi orang lain?

STUDI PRIBADI: Mengapa perwira itu lebih percaya kepada juru mudi dan nakhoda daripada Paulus? Pernahkah kita mengalami hal serupa?

Pokok Doa: Berdoa agar setiap anak Tuhan mendengarkan kehendak-Nya bagi kehidupan mereka masing-masing dan menjalaninya dengan tekun.

×

Kisah Para Rasul 26:24

24 Sementara Paulus mengemukakan semuanya itu untuk mempertanggungjawabkan pekerjaannya, berkatalah Festus dengan suara keras: "Engkau gila, Paulus! Ilmumu yang banyak itu membuat engkau gila."

×

Kisah Para Rasul 26:27-28

27 Percayakah engkau, raja Agripa, kepada para nabi? Aku tahu, bahwa engkau percaya kepada mereka."

28 Jawab Agripa: "Hampir-hampir saja kauyakinkan aku menjadi orang Kristen!"

×

Kisah Para Rasul 19:32

32 Sementara itu orang yang berkumpul di dalam gedung itu berteriak-teriak; yang seorang mengatakan ini dan yang lain mengatakan itu, sebab kumpulan itu kacau-balau dan kebanyakan dari mereka tidak tahu untuk apa mereka berkumpul.

×

2Yohanes 9:13-34

13 Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu kepada orang-orang Farisi.

14 Adapun hari waktu Yesus mengaduk tanah dan memelekkan mata orang itu, adalah hari Sabat.

15 Karena itu orang-orang Farisipun bertanya kepadanya, bagaimana matanya menjadi melek. Jawabnya: "Ia mengoleskan adukan tanah pada mataku, lalu aku membasuh diriku, dan sekarang aku dapat melihat."

16 Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu: "Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat." Sebagian pula berkata: "Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang demikian?" Maka timbullah pertentangan di antara mereka.

17 Lalu kata mereka pula kepada orang buta itu: "Dan engkau, apakah katamu tentang Dia, karena Ia telah memelekkan matamu?" Jawabnya: "Ia adalah seorang nabi."

18 Tetapi orang-orang Yahudi itu tidak percaya, bahwa tadinya ia buta dan baru dapat melihat lagi, sampai mereka memanggil orang tuanya

19 dan bertanya kepada mereka: "Inikah anakmu, yang kamu katakan bahwa ia lahir buta? Kalau begitu bagaimanakah ia sekarang dapat melihat?"

20 Jawab orang tua itu: "Yang kami tahu ialah, bahwa dia ini anak kami dan bahwa ia lahir buta,

21 tetapi bagaimana ia sekarang dapat melihat, kami tidak tahu, dan siapa yang memelekkan matanya, kami tidak tahu juga. Tanyakanlah kepadanya sendiri, ia sudah dewasa, ia dapat berkata-kata untuk dirinya sendiri."

22 Orang tuanya berkata demikian, karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi, sebab orang-orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan.

23 Itulah sebabnya maka orang tuanya berkata: "Ia telah dewasa, tanyakanlah kepadanya sendiri."

24 Lalu mereka memanggil sekali lagi orang yang tadinya buta itu dan berkata kepadanya: "Katakanlah kebenaran di hadapan Allah; kami tahu bahwa orang itu orang berdosa."

25 Jawabnya: "Apakah orang itu orang berdosa, aku tidak tahu; tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat."

26 Kata mereka kepadanya: "Apakah yang diperbuat-Nya padamu? Bagaimana Ia memelekkan matamu?"

27 Jawabnya: "Telah kukatakan kepadamu, dan kamu tidak mendengarkannya; mengapa kamu hendak mendengarkannya lagi? Barangkali kamu mau menjadi murid-Nya juga?"

28 Sambil mengejek mereka berkata kepadanya: "Engkau murid orang itu tetapi kami murid-murid Musa.

29 Kami tahu, bahwa Allah telah berfirman kepada Musa, tetapi tentang Dia itu kami tidak tahu dari mana Ia datang."

30 Jawab orang itu kepada mereka: "Aneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Ia datang, sedangkan Ia telah memelekkan mataku.

31 Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya.

32 Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar, bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta.

33 Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa."

34 Jawab mereka: "Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?" Lalu mereka mengusir dia ke luar.

×

Matius 4:19

19 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

×

Markus 13:20

20 Dan sekiranya Tuhan tidak mempersingkat waktunya, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan yang telah dipilih-Nya, Tuhan mempersingkat waktunya.

×

Markus 13:13

13 Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat."

×

Kejadian 3:8

8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

×

Kejadian 3:12

12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."

×

Kejadian 3:9

9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"

×

Roma 3:24

24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

×

Kolose 3:5-11

5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,

6 semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).

7 Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.

8 Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.

9 Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,

10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

11 dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.

×

1 Yesaya 37:37

37 Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.

×

1 Yesaya 37:38

38 Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Sharing Is Caring: