Pokok Anggur Yang Benar

Yohanes 15:1-8. Pokok anggur yang benar

(1) “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

Akulah Firman yang benar dan Allah ialah pemilikNya

(2) Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
Setiap orang Kristen (guru sekolah minggu, majelis, pengurus, hamba Tuhan dan setiap orang yang mengaku diri sebagai Kristen ) yang tidak berguna (yang di dalam hidupnya tidak memuliakan Allah) akan dibuang (dimatikan)

Matius 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Matius 7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

Matius 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

(3) Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
Membaca, merenungkan, melakukan Firman Tuhan membersihkan hati, pikiran kita.

Ada dua ekor anjing, putih dan hitam sang pemilik anjing melakukan pertandingan dengan kedua anjing tersebut, jika banyak orang bertaruh anjing putih yang akan menang, untuk mendapatkan uang yang banyak pada minggu itu anjing putih tidak diberi makan sehingga anjing putih kalah, sebaliknya jika banyak yang bertaruh anjing hitam yang akan menang, pada minggu itu anjing hitam tidak diberi makan.

Jika kita ingin menang dalam peperangan rohani dalam diri kita maka kita harus makan makanan rohani (membaca, merenungkan dan melakukan Firman Tuhan)

(4) Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
Baca, renungkan, lakukan Firman Tuhan, ikutilah teladan Tuhan Yesus, berpikirlah dan lakukanlah seperti yang Tuhan Yesus telah ajarkan. jika tidak, apa yang kita kerjakan tidak akan berguna, pekerjaan yang kita lakukan sia-sia (pekerjaanmu hanya mencari kesombongan dan penghargaan dari manusia)

(5) Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
Tuhan Yesus adalah Air Hidup dan kita adalah tempayanNya, jika tempayan tidak di isi dengan Air Hidup, tempayan itu tidak berarti, hanya alat yang tidak berguna. Tempayan itu akan berguna dan bisa dinikmati jika diisi dengan Air Hidup. Demikian dengan hidup kita, hidup kita akan memuliakan Tuhan bila kita mau belajar menyediakan waktu, merendahkan hati dan diri kita untuk membaca, merenungkan dan melakukan Firman Tuhan.

(6) Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
Setiap orang Kristen yang tidak melakukan Firman Tuhan (apa yang harus dilakukan, bila tidak direnungkan / dipikirkan berulang-ulang. Apa yang harus direnungkan bila tidak ada yang dibaca / input ke dalam pikiran kita) akan dipotong / diakhiri hidupnya, di lempar ke dalam api neraka

Matius 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
Matius 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

(7) Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

Mama berikan aku sebuah pisau kata seorang anak yang berusia 5 tahun, maka dengan tersenyum mama tersebut memberikan sebuah pisang, lalu anak kecil itu pergi dengan keheranan dan berpikir apakah mama itu bodoh, minta pisau malah diberi pisang.

Sebagai mama yang baik pasti mengerti bahwa pisau adalah alat yang berbahaya bagi anak kecil, tetapi seorang anak berusia 5 tahun tidak sanggup membedakan apa yang baik atau apa yang buruk (berbahaya). Demikian juga dengan kita

apakah kita mampu / cakap dalam mengelola permintaan kita?

apakah permintaan kita tidak membahayakan diri kita?

Apakah kita tidak akan terjerumus dengan hal-hal yang tidak baik?

apakah permintaan kita sesuai dengan waktu dan kehendak Bapa kita?

Semuanya itu hanya Bapa kita yang mengerti dengan detail / sempurna apa yang akan terjadi

(8) Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

2 Timotius 4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Matius 25:21 … Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia … Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Jika kita setia dan tekun melakukan kehendak Bapa maka nama Allah akan ditinggikan. Semua orang akan melihat siapa yang kita sembah yaitu Bapa kita yang di Surga. Amin.