Menjaga Perkataan, Menjaga Hidup

“Siapa menjaga mulutnya, ia memelihara nayawanya, siapa yang lebar bibirnya, akan ditimpa kebinasaan.” (Amsal 13:3)



Pembahasan: Amsal 13:1-25 | Ayat Bacaan: Amsal 13-14

Hidup di era di mana kata-kata begitu mudah diucapkan, baik melalui percakapan langsung maupun media digital, seringkali membuat kita lalai. Semakin mudah kita berbicara, semakin besar peluang untuk melukai. Tuhan memberi lidah bukan untuk menghakimi, tetapi untuk memberkati. Sayangnya, dari mulut yang sama, keluarlah pujian maupun hinaan. Perkataan merupakan cerminan hati; apa yang keluar dari mulut menunjukkan apa yang ada di dalam hati (Matius 12:34).

Melalui firman Tuhan ini, penulis Amsal mengingatkan bahwa yang menjaga mulutnya sesungguhnya sedang menjaga hidupnya. Sebaliknya, siapa yang membiarkan bibirnya tanpa kendali, berarti sedang membiarkan dirinya menuju kehancuran. Lidah adalah anggota tubuh yang kecil, tetapi memiliki pengaruh yang besar. Yakobus 3:5-6 menuliskan bahwa lidah seperti api yang bisa membakar hutan yang luas. Banyak hubungan–baik dengan anggota keluarga, sahabat, rekan kerja, maupun tetangga–rusak bukan hanya karena sikap perilaku yang tidak baik, tetapi juga karena kata-kata yang diucapkan tanpa diperhatikan terlebih dahulu. Satu kata bisa membangun, tetapi satu kata juga bisa menghancurkan. Orang yang bijaksana tahu kapan harus berbicara dan kapan harus diam. Dia tidak membiarkan emosinya menguasai mulutnya, sebab dia tahu bahwa setiap kata memiliki akibat. Daud bahkan memahami hal ini dan berdoa: “Awasilah lidahku ya Tuhan, berjagalah pada pintu bibirku!” (Mazmur 141:3). Daud menyadari bahwa hanya Tuhan yang dapat menolong manusia menahan lidahnya dari dosa.

Marilah kita merenungkan bersama firman Tuhan ini: hidup yang terpelihara adalah hidup yang menjaga perkataan. Menjaga mulut bukan hanya soal sopan santun, tetapi juga tindakan rohani yang menunjukkan bahwa kita tunduk pada kehendak Tuhan. Kiranya perkataan kita laksana mata air yang memberi kesegaran bagi kehidupan orang-orang yang ada di sekitar kita.

STUDI PRIBADI: Apakah yang Tuhan ingatkan kepada Anda melalui Firman-Nya ini? Bagaimana Anda merefleksikan Firman Tuhan ini dalam kehidupan sehari-hari?

Pokok Doa: Berdoalah agar setiap ucapan jemaat Tuhan bisa menjadi berkat dan membawa kemuliaan bagi nama Tuhan.

×

Matius 12:34

34 Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.

×

Yakobus 3:5-6

5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.

6 Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.

×

Mazmur 141:3

3 Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!

×

Amsal 12:11

11 Siapa mengerjakan tanahnya, akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia, tidak berakal budi.

×

Amsal 3:21-25

21 Hai anakku, janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu, peliharalah itu,

22 maka itu akan menjadi kehidupan bagi jiwamu, dan perhiasan bagi lehermu.

23 Maka engkau akan berjalan di jalanmu dengan aman, dan kakimu tidak akan terantuk.

24 Jikalau engkau berbaring, engkau tidak akan terkejut, tetapi engkau akan berbaring dan tidur nyenyak.

25 Janganlah takut kepada kekejutan yang tiba-tiba, atau kepada kebinasaan orang fasik, bila itu datang.

×

Mazmur 147:11

11 TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya.

×

Mazmur 144:15

15 Berbahagialah bangsa yang demikian keadaannya! Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah TUHAN!

×

Roma 8:21, 23b

21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.

23b tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

×

Mazmur 146:9

9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.

×

Mazmur 41:5

4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"

×

Matius 5:7

7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

×

Matius 11:28

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

×

1 Petrus 5:7

7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Sharing Is Caring: