Rasa Cukup

“Lebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan TUHAN dari pada banyak harta dengan disertai kecemasan.” (Amsal 15:16)



Pembahasan: Amsal 15:1-33 | Ayat Bacaan: Amsal 15-16

Dunia saat ini tidak berhenti mendorong kita untuk mengejar lebih banyak kekayaan, pencapaian, dan kesenangan. Namun, apakah semua itu benar-benar membuat manusia bahagia? Firman Tuhan hari ini menjadi teguran bagi kita. Penulis Amsal mengingatkan bahwa hidup bukan soal memiliki banyak, melainkan tentang rasa cukup yang lahir dari takut akan Tuhan.

Banyak orang memiliki segalanya secara materi, tetapi hatinya terasa kosong, hampa, gelisah bahkan tidak pernah merasa puas. Sebaliknya, mereka yang hidup dalam takut akan Tuhan memilih untuk hidup sederhana dan menikmati damai sejahtera yang tidak dapat dibeli dengan uang. Rasa cukup bukanlah sebuah kelemahan, melainkan tanda iman yang percaya bahwa apa yang Tuhan berikan selalu yang terbaik. Ketika kita belajar mengucapkan kata “cukup”, sebenarnya kita sedang mengakui bahwa Tuhanlah sumber kehidupan. Rasa cukup dapat membebaskan kita dari berbagai kecemasan serta menumbuhkan rasa syukur di hati dalam menjalani kehidupan setiap hari. Marilah kita merenungkan: apakah kita sudah merasa cukup dengan apa yang Tuhan berikan, atau masih terikat pada keinginan yang tidak berujung?

Hidup dengan “sedikit” tetapi bersama dengan Tuhan, tentu jauh lebih berharga daripada hidup dengan “banyak” namun jauh dari Tuhan. Hal yang sangat penting untuk diingat dan direnungkan adalah bahwa bukan jumlah yang kita miliki yang menentukan damai di hati, melainkan kepada siapa kita bergantung dalam menjalani kehidupan ini. Marilah kita belajar merasa cukup dengan apa yang telah Tuhan berikan, serta terus belajar mempercayai Tuhan sebagai sumber segala berkat. Kiranya setiap kita terus belajar untuk menghargai setiap berkat Tuhan, menolak ketamakan, dan memiliki rasa puas serta ucapan syukur. Hanya Tuhanlah yang menolong dan memampukan kita untuk menghidupi kebernaran firman-Nya setiap hari.

STUDI PRIBADI: Berdoalah, apa yang Tuhan ingatkan kepada Anda melalui Firman-Nya ini? Bagaimana Anda merefleksikan Firman Tuhan ini dalam kehidupan sehari-hari?

Pokok Doa: Berdoalah agar jemaat Tuhan senantiasa menghargai setiap berkat Tuhan dan selalu merasa cukup dengan apa yang telah diberikan-Nya.

×

Matius 12:34

34 Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.

×

Yakobus 3:5-6

5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.

6 Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.

×

Mazmur 141:3

3 Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!

×

Amsal 12:11

11 Siapa mengerjakan tanahnya, akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia, tidak berakal budi.

×

Amsal 3:21-25

21 Hai anakku, janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu, peliharalah itu,

22 maka itu akan menjadi kehidupan bagi jiwamu, dan perhiasan bagi lehermu.

23 Maka engkau akan berjalan di jalanmu dengan aman, dan kakimu tidak akan terantuk.

24 Jikalau engkau berbaring, engkau tidak akan terkejut, tetapi engkau akan berbaring dan tidur nyenyak.

25 Janganlah takut kepada kekejutan yang tiba-tiba, atau kepada kebinasaan orang fasik, bila itu datang.

×

Mazmur 147:11

11 TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya.

×

Mazmur 144:15

15 Berbahagialah bangsa yang demikian keadaannya! Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah TUHAN!

×

Roma 8:21, 23b

21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.

23b tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

×

Mazmur 146:9

9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.

×

Mazmur 41:5

4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"

×

Matius 5:7

7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

×

Matius 11:28

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

×

1 Petrus 5:7

7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Sharing Is Caring: