Kekayaan Yang Sia-sia

“Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.” (Pengkhotbah 5:9)



Pembahasan: Pengkhotbah 5:7-19 | Ayat Bacaan: Pengkhotbah 5-6

Penulis menekankan bahwa para pejabat yang tidak jujur dan yang menindas orang miskin seringkali adalah mereka yang memungut pajak dari rakyat, termasuk orang miskin. Kemiskinan terjadi karena kebejatan para pejabat, dari yang paling tinggi hingga yang paling rendah. Bahkan birokrasi kerap menjadi sarana untuk menstrukturkan kecurangan. Sisi positifnya, pemerintahan masih lebih baik daripada kekacauan.

Pengkotbah mengerti bahwa uang dan kekayaan ada gunanya. Namun, uang tidak dapat memberi kepuasan. “Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia.” Bahkan, kekayaan dapat menjadi faktor yang membuat orang tidak hidup bahagia. Tidak jarang manusia rela mengorbankan keluarga dan menghabiskan usia produktifnya demi memperoleh kekayaan. Lagi pula, manusia tidak membawa apa pun ketika meninggal dunia. Kita datang dengan tangan hampa, dan akan kembali kepada-Nya dengan tangan hampa pula. Bahkan, ada orang yang selama hidupnya tidak selalu dapat menikmati kekayaannya. Karena itu, yang perlu diingat adalah kemampuan untuk bahagia dengan apa yang kita miliki, sebab kemampuan untuk dapat menikmati semua berkat Tuhan adalah karunia Allah semata.

Marilah kita mendengar nasihat Pengkhotbah bahwa mengejar uang tidak selalu mendatangkan keuntungan, terkadang membawa malapetaka. Jika Tuhan tidak berkenan memberikan kekayaan, jangan mengejarnya. Bersyukurlah karena dalam zaman ini kita memahami bahwa Roh Kudus memampukan kita untuk menikmati manfaat karya Kristus bagi kita. Harta bukan tujuan utama hidup, melainkan sarana untuk menikmati dan memuliakan Tuhan dalam hidup ini. Orang-orang yang menyadari bahwa hal-hal baik dalam hidup ini–seperti makanan, minuman dan pekerjaan– adalah karunia Allah, akan dapat menikmatinya dengan sungguh-sungguh. Hal utama yang perlu dikejar adalah Kerajaan Allah dan Kebenaran-Nya, maka segala sesuatu akan Tuhan tambahkan bagi kita (Matius 6:33).

STUDI PRIBADI: Mengapa mengejar kekayaan adalah sia-sia? Lalu, mengapa masih ada manusiayang mengejarnya meskipuntahu bahwa hal itu sia-sia?

Pokok Doa: Berdoalah agar setiap orang percaya dijaga dari hidup yang mencintai uang dan sebaliknya belajar untuk mengasihi Tuhan yang adalah Pemelihara kehidupan.

×

Matius 6:33

33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

×

Pengkhotbah 4:15

15 Aku melihat semua orang yang hidup di bawah matahari berjalan bersama-sama dengan orang muda tadi, yang akan menjadi pengganti raja itu.

×

Amsal 31:11

11 Ada keturunan yang mengutuki ayahnya dan tidak memberkati ibunya.

×

Amsal 31:26

26 pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu,

×

Amsal 31:15, 21, 27

15 Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan.

21 Ia tidak takut kepada salju untuk seisi rumahnya, karena seluruh isi rumahnya berpakaian rangkap.

27 Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya.

×

Amsal 31:20

17 Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok,

18 supaya TUHAN tidak melihatnya dan menganggapnya jahat, lalu memalingkan murkanya dari pada orang itu.

×

Amsal 24:19-20

19 Jangan menjadi marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri kepada orang fasik.

20 Karena tidak ada masa depan bagi penjahat, pelita orang fasik akan padam.

×

Amsal 24:30-34

30 Aku melalui ladang seorang pemalas dan kebun anggur orang yang tidak berakal budi.

31 Lihatlah, semua itu ditumbuhi onak, tanahnya tertutup dengan jeruju, dan temboknya sudah roboh.

32 Aku memandangnya, aku memperhatikannya, aku melihatnya dan menarik suatu pelajaran.

33 "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring,"

34 maka datanglah kemiskinan seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.

×

Mazmur 146:9

9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.

×

Mazmur 41:5

4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"

×

Matius 5:7

7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

×

Matius 11:28

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

×

1 Petrus 5:7

7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Sharing Is Caring: