Mendengar Suara Yang Tepat

“Ah, Tuhan ALLAH, sungguh, Engkau telah sangat memperdayakan bangsa ini dan penduduk Yerusalem, dengan mengatakan: Damai kiranya ada padamu, padahal pedang telah mengancam nyawa kami!” (Yeremia 4:10)



Pembahasan: Yeremia 4:5-31 | Ayat Bacaan: Yeremia 4

Banyak orang hari ini “kecanduan” drama pendek China yang berseliweran di sosial media. Ada banyak faktor yang jadi penyebab, salah satunya ialah kisah yang sangat familar. Di salah satu drama, dikisahkan tentang seorang ibu yang mati-matian memisahkan anak perempuannya dari pacarnya, karena ia tahu bahwa pacar anaknya ialah penjahat. Sayangnya, si anak tidak memahami niat baik ibunya. Ia justru membunuh ibunya dengan tangannya sendiri. Menjelang kematiannya, si ibu bersumpah bahwa jika diberi kesempatan hidup lagi, ia tidak akan lagi mencampuri urusan anaknya. Dan benar saja, ia hidup kembali—kali ini ia memilih membiarkan anaknya. Akhir kisah bisa ditebak: si anak menyesal mendengarkan orang yang salah; tapi sayang, hidupnya sudah hancur.

Siapa yang kita dengarkan sejatinya memengaruhi keadaan kita. Bila kita mendengar orang yang salah, bukan tidak mungkin hidup kita menjadi berantakan. Hal yang sama dialami bangsa Yehuda. Mereka mendengar orang yang salah. Di pasal sebelumnya, Yeremia meminta dengan sangat agar bangsa Yehuda bertobat. Sayangnya, seruan Yeremia jatuh ke telinga yang ditutup. Mengapa demikian? Ayat 10 ini memberi tahu bahwa bangsa Yehuda nampaknya lebih memercayai nabi-nabi palsu yang menubuatkan “damai.” Karena mendengarkan orang yang salah dan menolak bertobat, Tuhan memberi tahu bahwa Ia akan mengirimkan hukuman atas Yehuda. Begitu dahsyatnya hukuman itu sehingga di ayat 23 Yeremia mengatakan: bumi menjadi “campur baur dan kosong” (tohu wavohu). Kata ini muncul dalam Kejadian 1:2, yang berbicara mengenai keadaan dunia sebelum penciptaan. Melalui penggunaan kata-kata ini, kita dapat melihat betapa mengerikan hukuman yang akan Tuhan datangkan atas mereka.

Di sekeliling kita juga ada banyak suara. Kita perlu memilih suara yang tepat agar hidup kita tidak hancur. Pertama-tama, biarkan Allah berbicara melalui firman-Nya dan memberi prinsip hidup yang benar. Kedua, bangun kepekaan terhadap tuntunan subyektif Allah melalui doa dan pergumulan yang sungguh-sungguh. Terakhir, miliki komunitas rohani yang sehat, yang mau bergumul dan berdoa bersama kita.

STUDI PRIBADI: Sejauh ini, bagaimana Anda mengenali suara Allah dalam hidup Anda?

Pokok Doa: Doakan agar semakin banyak anak-anak Tuhan yang mau membangun kepekaan terhadap tuntunan Allah melalui doa dan pergumulan.

×

Yeremia 4:10

10 sambil berkata: Ah, Tuhan ALLAH, sungguh, Engkau telah sangat memperdayakan bangsa ini dan penduduk Yerusalem, dengan mengatakan: Damai kiranya ada padamu, padahal pedang telah mengancam nyawa kami!"

×

Yeremia 4:23

23 Aku melihat kepada bumi, ternyata campur baur dan kosong, dan melihat kepada langit, tidak ada terangnya.

×

Kejadian 1:2

2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

×

Yeremia 3:10

10 Juga dengan semuanya ini Yehuda, saudaranya perempuan yang tidak setia itu, tidak kembali kepada-Ku dengan tulus hatinya, tetapi dengan pura-pura, demikianlah firman TUHAN."

×

Lukas 4:18-21

18 "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku

19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."

20 Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.

21 Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."

×

Yesaya 61:10

10 Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.

×

Yesaya 61:3

3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya.

×

Yesaya 37:22-29

22 inilah firman yang telah diucapkan TUHAN mengenai dia: Anak dara, yaitu puteri Sion, telah menghina engkau, telah mengolok-olokkan engkau; dan puteri Yerusalem telah geleng-geleng kepala di belakangmu.

23 Siapakah yang engkau cela dan engkau hujat? terhadap siapakah engkau menyaringkan suaramu, dan memandang dengan sombong-sombong? Terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel!

24 Dengan perantaraan hamba-hambamu engkau telah mencela Tuhan, dan engkau telah berkata: Dengan banyaknya keretaku aku naik ke tempat-tempat tinggi di pegunungan, ke tempat yang paling jauh di gunung Libanon; aku telah menebang pohon-pohon arasnya yang tinggi besar, pohon-pohon sanobarnya yang terpilih; aku telah masuk ke tempat tinggi yang paling ujung, ke hutan pohon-pohonannya yang lebat.

25 Aku ini telah menggali air dan telah minum air; aku telah mengeringkan dengan telapak kakiku segala sungai di Mesir!

26 Bukankah telah kaudengar, bahwa Aku telah menentukannya dari jauh hari dan telah merancangnya dari zaman purbakala? Sekarang Aku mewujudkannya, bahwa engkau membuat sunyi senyap kota-kota yang berkubu menjadi timbunan batu,

27 sedang penduduknya yang tak berdaya menjadi terkejut dan malu; mereka menjadi seperti tumbuh-tumbuhan di padang dan seperti rumput hijau, seperti rumput di atas sotoh, atau gandum yang layu sebelum ia masak.

28 Aku tahu, jika engkau bangun atau duduk, jika keluar atau masuk, atau jika engkau mengamuk terhadap Aku.

29 Oleh karena engkau telah mengamuk terhadap Aku, dan kata-kata keangkuhanmu telah naik sampai ke telinga-Ku, maka Aku akan menaruh kelikir-Ku pada hidungmu dan kekang-Ku pada bibirmu, dan Aku akan memulangkan engkau melalui jalan, dari mana engkau datang.

×

Yesaya 37:30-32

30 Dan inilah yang akan menjadi tanda bagimu, hai Hizkia: Dalam tahun ini orang makan apa yang tumbuh sendiri, dan dalam tahun yang kedua, apa yang tumbuh dari tanaman yang pertama, tetapi dalam tahun yang ketiga, menaburlah kamu, menuai, membuat kebun anggur dan memakan buahnya.

31 Dan orang-orang yang terluput di antara kaum Yehuda, yaitu orang-orang yang masih tertinggal, akan berakar pula ke bawah dan menghasilkan buah ke atas.

32 Sebab dari Yerusalem akan keluar orang-orang yang tertinggal dan dari gunung Sion orang-orang yang terluput; giat cemburu TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

×

Mazmur 37:33

33 Sebab itu beginilah firman TUHAN mengenai raja Asyur: Ia tidak akan masuk ke kota ini dan tidak akan menembakkan panah ke sana; juga ia tidak akan mendatanginya dengan perisai dan tidak akan menimbun tanah menjadi tembok untuk mengepungnya.

×

Yesaya 37:35

35 Dan Aku akan memagari kota ini untuk menyelamatkannya, oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku."

×

Yesaya 37:36

36 Keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka!

×

1 Yesaya 37:37

37 Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.

×

1 Yesaya 37:38

38 Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Sharing Is Caring: