Allah Melawan Israel

“Katakanlah kepada tanah Israel: Beginilah firman TUHAN: Lihat, Aku akan menjadi lawanmu. Aku akan mencabut pedang-Ku dari sarungnya dan melenyapkan dari tengah-tengahmu orang benar dan orang fasik.” (Yehezkiel 21:3)



Pembahasan: Yehezkiel 21:1-27 | Ayat Bacaan: Yehezkiel 20-21

Saat yang paling menakutkan dalam hidup rohani bukanlah ketika kita berhadapan dengan musuh, tapi ketika Allah sendiri berdiri melawan kita. Yerusalem dulu merasa aman karena memiliki Bait Allah dan takhta Daud. Sayangnya, dua hal yang seharusnya mengingatkan mereka pada janji Tuhan, malah menjadi sumber kesombongan yang palsu.

Melalui nabi Yehezkiel, Tuhan menyatakan sesuatu yang mengejutkan: “Lihat, Aku akan menjadi lawanmu. Aku akan mencabut pedang-Ku dari sarungnya dan melenyapkan dari tengah-tengahmu orang benar dan orang fasik” (21:3). Bukan musuh yang pertama bergerak, melainkan Allah sendiri yang menghunus pedang-Nya. Ketika umat hidup dalam ketidaksetiaan, kehadiran Bait Suci tidak lagi menjadi perlindungan, melainkan saksi penghakiman. Allah lebih mengutamakan kekudusan daripada kenyamanan umat-Nya. Tuhan memakai Nebukadnezar dari Babel sebagai alat untuk meruntuhkan takhta yang berdosa dan menanggalkan mahkota yang hanya tampak sah di luar.

Meski demikian, di tengah kehancuran itu, Tuhan berjanji: “Sampai ia datang yang berhak atasnya, dan Aku akan memberikannya kepadanya” (21:27). Dalam terang Perjanjian Baru, janji ini digenapi dalam diri Yesus Kristus. Ketika Pilatus menulis “Raja orang Yahudi” di atas salib, ironi itu justru menjadi pengakuan yang sejati, bahwa: Yesuslah Raja yang berhak atas mahkota. Ia datang bukan dengan pedang untuk menghancurkan, melainkan dengan salib untuk menanggung hukuman dosa kita.

Melalui bagian ini, kita diajak untuk memeriksa hati: apakah kita mengandalkan jabatan rohani, tradisi gereja, atau aktivitas keagamaan, tetapi kehilangan ketaatan sejati? Tuhan bisa mengguncang apa pun yang kita banggakan agar kita kembali kepada-Nya, entah itu reputasi, institusi, atau kenyamanan rohani. Namun, guncangan itu bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk memurnikan dan mengarahkan kita kepada Raja sejati. Mari kita bertobat dari kepercayaan palsu, hidup dalam kesetiaan yang murni, dan menaruh harapan hanya kepada Yesus Kristus, Raja yang memerintah selama-lamanya.

STUDI PRIBADI: Adakah “mahkota” hidup kita yang lebih kita andalkan daripada Tuhan?

Pokok Doa: Doakan agar gereja dan para pemimpinnya hidup dalam kesetiaan, sehingga Tuhan dimuliakan dan tidak berbalik melawan umat-Nya.

×

Yehezkiel 21:3

3 Katakanlah kepada tanah Israel: Beginilah firman TUHAN: Lihat, Aku akan menjadi lawanmu dan akan mencabut pedang-Ku dari sarungnya dan melenyapkan dari tengah-tengahmu orang benar dan orang fasik.

×

Yehezkiel 21:27

27 Puing, puing, puing akan Kujadikan dia! Inipun tidak akan tetap. Sampai ia datang yang berhak atasnya, dan kepadanya akan Kuberikan itu.".

×

Yehezkiel 19:10-14

10 Ibumu seperti pohon anggur dalam kebun anggur, yang tertanam dekat air, berbuah dan bercabang karena air yang berlimpah-limpah.

11 Padanya tumbuh suatu cabang yang kuat yang menjadi tongkat kerajaan; ia menjulang tinggi di antara cabang-cabangnya yang rapat, dan menjadi kentara karena tingginya dan karena rantingnya yang banyak.

12 Tetapi ia tercabut di dalam kemarahan dan dilemparkan ke bumi; angin timur membuatnya layu kering, buahnya disentakkan, cabang yang kuat menjadi layu kering; dan api menghabiskannya.

13 Dan sekarang ia tertanam di padang gurun, di tanah yang kering dan haus akan air.

14 Maka keluarlah api dari cabangnya yang memakan habis ranting dan buahnya, sehingga tiada lagi padanya cabang yang kuat dan tiada tongkat kerajaan." Ini adalah ratapan dan sudah menjadi ratapan.

×

Yehezkiel 9:6

6 Orang-orang tua, teruna-teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, bunuh dan musnahkan! Tetapi semua orang yang ditandai dengan huruf T itu, jangan singgung! Dan mulailah dari tempat kudus-Ku!" Lalu mereka mulai dengan tua-tua yang berada di hadapan Bait Suci.

×

Yehezkiel 7:25-27

25 Ketakutan datang, dan mereka mencari keselamatan, tetapi tidak ada.

26 Bencana demi bencana akan datang, kabar demi kabar akan tersiar. Mereka akan menginginkan suatu penglihatan dari nabi, pengajaran hilang lenyap dari imam, dan nasihat dari tua-tua.

27 Raja akan berkabung dan pemimpin akan diliputi kekagetan dan tangan seluruh penduduk negeri itu menjadi lemas ketakutan. Aku akan perbuat terhadap mereka selaras dengan tingkah lakunya dan Aku akan menghakimi mereka selaras dengan cara mereka menghakimi. Dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN."

×

Yehezkiel 4:16-17

16 Sesudah itu Ia berfirman kepadaku: "Hai, anak manusia, sesungguhnya, Aku akan memusnahkan persediaan makanan di Yerusalem--dan mereka akan memakan roti yang tertentu timbangannya dengan hati yang cemas; juga mereka akan meminum air dalam ukuran terbatas dengan hati yang gundah-gulana--

17 dengan maksud, supaya mereka kekurangan makanan dan minuman dan mereka semuanya menjadi gundah-gulana, sehingga mereka hancur di dalam hukumannya.

×

1 Yohanes 1:9

9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

×

Yesaya 37:22-29

22 inilah firman yang telah diucapkan TUHAN mengenai dia: Anak dara, yaitu puteri Sion, telah menghina engkau, telah mengolok-olokkan engkau; dan puteri Yerusalem telah geleng-geleng kepala di belakangmu.

23 Siapakah yang engkau cela dan engkau hujat? terhadap siapakah engkau menyaringkan suaramu, dan memandang dengan sombong-sombong? Terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel!

24 Dengan perantaraan hamba-hambamu engkau telah mencela Tuhan, dan engkau telah berkata: Dengan banyaknya keretaku aku naik ke tempat-tempat tinggi di pegunungan, ke tempat yang paling jauh di gunung Libanon; aku telah menebang pohon-pohon arasnya yang tinggi besar, pohon-pohon sanobarnya yang terpilih; aku telah masuk ke tempat tinggi yang paling ujung, ke hutan pohon-pohonannya yang lebat.

25 Aku ini telah menggali air dan telah minum air; aku telah mengeringkan dengan telapak kakiku segala sungai di Mesir!

26 Bukankah telah kaudengar, bahwa Aku telah menentukannya dari jauh hari dan telah merancangnya dari zaman purbakala? Sekarang Aku mewujudkannya, bahwa engkau membuat sunyi senyap kota-kota yang berkubu menjadi timbunan batu,

27 sedang penduduknya yang tak berdaya menjadi terkejut dan malu; mereka menjadi seperti tumbuh-tumbuhan di padang dan seperti rumput hijau, seperti rumput di atas sotoh, atau gandum yang layu sebelum ia masak.

28 Aku tahu, jika engkau bangun atau duduk, jika keluar atau masuk, atau jika engkau mengamuk terhadap Aku.

29 Oleh karena engkau telah mengamuk terhadap Aku, dan kata-kata keangkuhanmu telah naik sampai ke telinga-Ku, maka Aku akan menaruh kelikir-Ku pada hidungmu dan kekang-Ku pada bibirmu, dan Aku akan memulangkan engkau melalui jalan, dari mana engkau datang.

×

Yesaya 37:30-32

30 Dan inilah yang akan menjadi tanda bagimu, hai Hizkia: Dalam tahun ini orang makan apa yang tumbuh sendiri, dan dalam tahun yang kedua, apa yang tumbuh dari tanaman yang pertama, tetapi dalam tahun yang ketiga, menaburlah kamu, menuai, membuat kebun anggur dan memakan buahnya.

31 Dan orang-orang yang terluput di antara kaum Yehuda, yaitu orang-orang yang masih tertinggal, akan berakar pula ke bawah dan menghasilkan buah ke atas.

32 Sebab dari Yerusalem akan keluar orang-orang yang tertinggal dan dari gunung Sion orang-orang yang terluput; giat cemburu TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

×

Mazmur 37:33

33 Sebab itu beginilah firman TUHAN mengenai raja Asyur: Ia tidak akan masuk ke kota ini dan tidak akan menembakkan panah ke sana; juga ia tidak akan mendatanginya dengan perisai dan tidak akan menimbun tanah menjadi tembok untuk mengepungnya.

×

Yesaya 37:35

35 Dan Aku akan memagari kota ini untuk menyelamatkannya, oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku."

×

Yesaya 37:36

36 Keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka!

×

1 Yesaya 37:37

37 Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.

×

1 Yesaya 37:38

38 Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Sharing Is Caring: