Salib Dan Pertobatan

“Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan-Nya dan seorang di sebelah kiri-Nya. [Dengan demikian genaplah nas Alkitab yang berbunyi: ‘Ia akan terhitung di antara orang-orang jahat.’]” (Markus 15:27-28)



Pembahasan: Markus 15:20b-32 | Ayat Bacaan: Markus 15

Salib adalah lambang penghukuman paling berat bagi penjahat yang paling kejam. Mati disalib berarti mati mengalami penderitaan yang dahsyat dan kehinaan tiada tara. Itulah yang dialami Tuhan Yesus. Peristiwa ini merupakan salah satu peristiwa yang paling kejam, biadab, dan paling tidak adil dalam sejarah manusia: seorang yang sama sekali tidak berdosa harus dihukum mati. Tuhan yang Mahamulia dan Mahaadil harus menanggung hukuman yang hina dan tidak adil. Bukan karena Dia kalah, melainkan karena Dia sedang menjalani kehendak Bapa demi keselamatan umat manusia.

Keempat penulis Injil mencatat bahwa tiga kayu salib didirikan di bukit Golgota. Yesus ada di tengah, sementara dua orang penjahat disalibkan di sebelah kanan dan kiri-Nya, seolah Dia adalah penjahat besar. Dua penjahat itu sangat mungkin baru pertama kali melihat Yesus. Mereka bertemu secara unik, sama-sama tergantung di atas salib. Awalnya, mereka berdua mencela Tuhan Yesus. Namun, dari catatan Lukas, kita tahu bahwa salah penjahat itu bertobat dan Yesus menjanjikan baginya taman Eden (Lukas 23:39-43). Ia menyaksikan kelembutan dan kemuliaan Yesus, ia juga mendengarkan doa pengampunan Yesus bagi orang banyak. Ia sadar, ia perlu pengampunan, sehingga hatinya dilembutkan di saat-saat terakhir hidupnya. Sayangnya, penjahat yang lain tetap menghujat Yesus sebagaimana dilakukan orang-orang lainnya. Meski sedang berada dalam penderitaan dan bayang-bayang maut, ia tetap berkeras hati hingga meninggal.

Peristiwa pertobatan seorang penjahat ini mengajarkan kita: pertama, ini merupakan contoh gemilang kemenangan Kristus atas dosa dan para penguasa, bahkan di saat Dia seolah-olah telah dikalahkan oleh mereka. Kedua, kisah di kayu salib itu menimbulkan dua respons berbeda dari setiap orang yang mendengarnya. Berita tentang salib Yesus memang merupakan suatu kebodohan bagi orang yang akan binasa, tetapi bagi mereka yang diselamatkan, berita salib merupakan hikmat dan kekuatan Allah. Ketiga, keselamatan tidak diperoleh melalui perbuatan baik kita, melainkan hanya melalui pertobatan dan iman kepada Yesus Kristus.

STUDI PRIBADI: Apa makna peristiwa penyaliban Yesus bagi kita? Di antara dua penjahat yang disalib di samping-Nya, manakah yang lebih mencerminkan hati dan iman kita?

Pokok Doa: Mohon Tuhan melembutkan hati kita dan mengampuni dosa kita. Kiranya berita Injil ini juga menjadi kekuatan Allah yang mengubah dan memperbarui hidup kita.

×

Lukas 23:39-43

39 Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!"

40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?

41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."

42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."

43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

×

Markus 13:14-23

Siksaan yang berat dan Mesias-mesias palsu

14 "Apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat yang tidak sepatutnya--para pembaca hendaklah memperhatikannya--maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.

15 Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun dan masuk untuk mengambil sesuatu dari rumahnya,

16 dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya.

17 Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu.

18 Berdoalah, supaya semuanya itu jangan terjadi pada musim dingin.

19 Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia, yang diciptakan Allah, sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.

20 Dan sekiranya Tuhan tidak mempersingkat waktunya, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan yang telah dipilih-Nya, Tuhan mempersingkat waktunya.

21 Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau: Lihat, Mesias ada di sana, jangan kamu percaya.

22 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan.

23 Hati-hatilah kamu! Aku sudah terlebih dahulu mengatakan semuanya ini kepada kamu."

×

Markus 13:14

14 "Apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat yang tidak sepatutnya--para pembaca hendaklah memperhatikannya--maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.

×

Markus 13:15-16

15 Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun dan masuk untuk mengambil sesuatu dari rumahnya,

16 dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya.

×

Markus 13:17

17 Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu.

×

Markus 13:20

20 Dan sekiranya Tuhan tidak mempersingkat waktunya, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan yang telah dipilih-Nya, Tuhan mempersingkat waktunya.

×

Markus 13:13

13 Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat."

×

Kejadian 3:8

8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

×

Kejadian 3:12

12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."

×

Kejadian 3:9

9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"

×

Roma 3:24

24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

×

Kolose 3:5-11

5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,

6 semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).

7 Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.

8 Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.

9 Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,

10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

11 dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.

×

1 Yesaya 37:37

37 Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.

×

1 Yesaya 37:38

38 Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Sharing Is Caring: