Magnificat – Nyanyian Pujian Maria

“Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah.” (Lukas 1:51-52)



Pembahasan: Lukas 1:46-56 | Ayat Bacaan: Markus 16 – Lukas 1

Di dalam dunia ini, banyak orang sering terjebak dalam arus pengejaran reputasi. Orang-orang ini berjuang setengah mati untuk mendaki takhta pengakuan demi merasa diri berharga. Pergumulan seperti ini pernah melanda Charles Thomas (C.T.) Studd, bintang kriket legendaris Inggris pada abad ke-19. Ketika berada di puncak popularitas, kekayaan, dan menjadi pujaan publik, Studd justru mengalami kegelisahan batin yang mendalam. Ia sadar bahwa semua kemewahan itu hampa di hadapan kekekalan. Kesadaran itu mendorongnya mengambil keputusan radikal: ia membuang seluruh piala dan warisan mewahnya demi melayani suku-suku terasing di pedalaman Afrika yang terpinggirkan, jauh dari pujian dan kemegahan dunia.

Keputusan radikal Studd mencerminkan kebenaran dalam Injil Lukas 1:46-56. Melalui rahim Maria, seorang gadis muda yang dipandang rendah oleh masyarakat masa itu, Allah menjungkirbalikkan standar dunia. Di mata manusia, Maria bukanlah siapa-siapa. Bahkan, ia termasuk golongan yang tidak diperhitungkan. Meski demikian, melalui nyanyian pujiannya, Maria menyaksikan kasih setia Allah yang, berdasarkan janji-Nya, bekerja bukan dengan meninggikan pencapaian manusia, tetapi dengan meruntuhkan keangkuhan para penguasa dari singgasana mereka. Allah mampu meninggikan orang-orang kecil yang miskin dan rendah hati (ayat 52). Dengan demikian, di hadapan Allah, hidup manusia tidak diukur dari seberapa tinggi prestasi dan pencapaian, melainkan dari kesediaannya untuk dibentuk dan dipakai menurut kedaulatan-Nya.

Sudah saatnya kita berhenti menyombongkan diri atau sibuk mencari pengakuan manusia melalui berbagai pencapaian duniawi. Sebaliknya, teladani Kristus: Dia rela meninggalkan takhta surga yang mulia dan lahir di palungan yang hina. Saat Dia menegur kesombongan kita, Dia tidak ingin menghancurkan hidup kita, melainkan untuk memulihkan dan memeluk kita yang rapuh ini dengan kasih-Nya yang menyelamatkan. Karena itu, marilah kita merendahkan hati, sehingga hidup ini benar-benar memuliakan Tuhan.

STUDI PRIBADI: Mengapa kita tidak dapat menyombongkan diri di hadapan Tuhan? Sikap apa yang seharusnya kita miliki setelah memahami kebenaran firman Tuhan hari ini?

Pokok Doa: Berdoalah bagi mereka yang tersisih dan terpinggirkan di dalam masyarakat, karena Tuhan Allah tidak akan meninggalkan mereka.

×

Lukas 1:46-56

Nyanyian pujian Maria

46 Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan,

47 dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,

48 sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,

49 karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.

50 Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.

51 Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;

52 Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;

53 Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;

54 Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,

55 seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."

56 Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

×

Lukas 1:52

52 Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;

×

Markus 13:14

14 "Apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat yang tidak sepatutnya--para pembaca hendaklah memperhatikannya--maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.

×

Markus 13:15-16

15 Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun dan masuk untuk mengambil sesuatu dari rumahnya,

16 dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya.

×

Markus 13:17

17 Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu.

×

Markus 13:20

20 Dan sekiranya Tuhan tidak mempersingkat waktunya, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan yang telah dipilih-Nya, Tuhan mempersingkat waktunya.

×

Markus 13:13

13 Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat."

×

Kejadian 3:8

8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

×

Kejadian 3:12

12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."

×

Kejadian 3:9

9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"

×

Roma 3:24

24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

×

Kolose 3:5-11

5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,

6 semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).

7 Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.

8 Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.

9 Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,

10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

11 dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.

×

1 Yesaya 37:37

37 Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.

×

1 Yesaya 37:38

38 Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Sharing Is Caring: