Prioritas Tuhan Yesus

“Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” (Lukas 2:49)



Pembahasan: Lukas 2:41-52 | Ayat Bacaan: Lukas 2

Tidak bisa dipungkiri, kita sering merasa stres dan lelah karena terlalu sibuk mengurusi banyak hal dalam hidup. Kondisi ini mirip dengan kisah Yusuf dan Maria dalam teks bacaan hari ini. Yusuf, Maria, dan Yesus sedang berada di Bait Allah. Di usia 12 tahun, Yesus untuk pertama kalinya dibawa dalam ziarah Paskah tahunan ke Yerusalem, bukan lagi sekadar sebagai anak kecil yang ikut orang tua, tetapi sebagai persiapan untuk memikul kewajiban Taurat secara mandiri. Yusuf dan Maria sempat panik karena kehilangan Yesus di tengah ramainya perjalanan pulang dari Bait Allah. Kadang, kita pun sama; saking sibuknya dengan rutinitas sehari-hari, kita tanpa sadar telah berjalan jauh tanpa melibatkan Yesus. Mari kita belajar dari Yesus bagaimana mengatur prioritas hidup yang benar.

Ketika akhirnya Yusuf dan Maria menemukan Yesus, mereka menjumpai-Nya sedang asyik bertukar pikiran dengan para ahli kitab di Bait Allah. Hebatnya, semua orang yang mendengar Yesus sangat kagum karena pertanyaan dan jawaban-Nya penuh dengan hikmat ilahi. Namun, ironisnya, ketika Yusuf dan Maria datang, mereka justru tidak mengerti situasi itu dan malah menegur-Nya. Di tengah peristiwa tersebut, Yesus memberikan jawaban yang mendalam, “Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku.” Bagi Yesus, mengenal Allah dan melakukan keinginan-Nya adalah keharusan utama yang tidak dapat ditawar, bahkan ketika orang-orang terdekat-Nya belum paham.

Mengutamakan Tuhan tidak membuat Yesus menjadi anak yang keras kepala atau merasa paling benar. Setelah peristiwa itu, Ia tetap memilih pulang ke Nazaret dan hidup tunduk menghormati orang tua-Nya. Kisah ini membuktikan bahwa prioritas rohani yang benar tidak membuat seseorang melarikan diri dari tanggung jawab atau meremehkan orang lain. Karena itu, mari kita meneladani Kristus dengan cara menempatkan hubungan kita dengan Bapa di surga sebagai prioritas utama. Lebih dari itu, tunjukkan hikmat dan ketaatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari sebagai pribadi yang bertanggung jawab dalam keluarga maupun pekerjaan.

STUDI PRIBADI: Apa yang dapat kita pelajari dari prioritas Tuhan Yesus yang ditunjukkan oleh Lukas dalam bacaan hari ini? Langkah praktis apa yang dapat kita lakukan?

Pokok Doa: Jemaat Tuhan dapat menentukan prioritas yang tepat, yakni mengutamakan Tuhan di atas segala sesuatu tanpa mengabaikan tanggung jawab kepada sesama.

×

Lukas 1:46-56

Nyanyian pujian Maria

46 Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan,

47 dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,

48 sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,

49 karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.

50 Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.

51 Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;

52 Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;

53 Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;

54 Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,

55 seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."

56 Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

×

Lukas 1:52

52 Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;

×

Markus 13:14

14 "Apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat yang tidak sepatutnya--para pembaca hendaklah memperhatikannya--maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.

×

Markus 13:15-16

15 Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun dan masuk untuk mengambil sesuatu dari rumahnya,

16 dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya.

×

Markus 13:17

17 Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu.

×

Markus 13:20

20 Dan sekiranya Tuhan tidak mempersingkat waktunya, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan yang telah dipilih-Nya, Tuhan mempersingkat waktunya.

×

Markus 13:13

13 Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat."

×

Kejadian 3:8

8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

×

Kejadian 3:12

12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."

×

Kejadian 3:9

9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"

×

Roma 3:24

24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

×

Kolose 3:5-11

5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,

6 semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).

7 Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.

8 Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.

9 Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,

10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

11 dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.

×

1 Yesaya 37:37

37 Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.

×

1 Yesaya 37:38

38 Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Sharing Is Caring: