Doa Minta Tolong Terhadap Musuh

“Hakimilah aku sesuai dengan keadilan-Mu, ya Tuhan Allahku, supaya mereka jangan bersukacita atasku!” (Mazmur 35:24)



Bacaan hari ini: Mazmur 35:1-28 | Bacaan setahun: Mazmur 35

Sebelum menjadi raja, banyak musuh menginginkan kematian Daud. Orang Filistin, Saul, Doeg orang Edom, dan juga kota-kota yang penduduknya pernah ditolong Daud (1Sam. 23). Padahal, sewaktu masih menjadi orang kepercayaan Saul, Daud selalu berbuat baik kepada semua prajurit dan rakyat Israel. Namun, tidak ada yang berani membela Daud, melainkan turut mencari keberadaan Daud untuk diserahkan kepada Saul. Daud tentu sangat berdukacita karena hal ini.

Tidak heran dalam pembukaan Mazmur 35 ini, Daud banyak meminta keadilan Tuhan, agar Tuhan bertindak baginya seperti yang didoakannya. Daud ingin supaya Tuhan segera datang untuk menghakimi orang-orang telah ‘mengkhianati’ kebaikan hatinya. Dulu, detika mereka susah, Daud turut berduka bersama-sama mereka, juga ketika mereka membutuhkan sesuatu, Daud juga selalu ada bersama dengan mereka. Tetapi sekarang, mereka menertawai, mempermainkan, serta menginginkan kematiannya. Hati Daud menjadi panas, pelbagai macam doa kutukan dan pembalasan pun diucapkan Daud dengan jujur di hadapan Tuhan. Namun demikian, di tengah-tengah Mazmur ini ada sebuah perubahan besar, yaitu ketika Daud mengakui bahwa keselamatan hanya dari Tuhan (ayat 9) dan Daud tetap dengan setia memuji Tuhan dalam segala hal (ayat 18). Daud sadar bahwa Tuhan memiliki cara-Nya sendiri untuk bertindak, entah membalas mereka pada saat itu atau di kemudian hari. Sikap Daud yang benar adalah memuji Tuhan atas keyakinan imannya terhadap Tuhan bahwa dia akan menunggu waktu Tuhan, bukan menuntut Tuhan bertindak sesuai keinginannya.

Sebagai orang percaya, kita pun bisa mengalami penderitaan kerena kejahatan orang lain. Saat itu, kita pun ingin agar Tuhan segera bertindak membela kita, tapi kita tidak berhak meminta supaya Tuhan melakukannya seperti yang kita kehendaki. Melainkan kita tetap percaya bahwa Tuhan Allah akan menghakimi setiap manusia sesuai dengan kesalahan mereka. Sikap kita adalah percaya, memuji Tuhan, serta menantikan Tuhan dengan setia. Amin.

STUDI PRIBADI: Pernahkah Anda mengalami ketidakadilan yang membuat Anda bertanya kepada Allah? Apa Anda mendapatkan jawaban Tuhan? Bagaimana Anda menjalaninya?

Pokok Doa: Apabila masih ada sakit hati atau kebencian karena perlakukan orang lain terhadap Anda, berdoalah kepada Allah, agar Allah memberikan kelembutan hati untuk mengetahui apa yang dikehendaki-Nya bagi Anda.

Sharing Is Caring :