Gereja Yang Melayani

“dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.” (KPR 2:45)



Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 2:45 | Ayat Bacaan: Kisah Para Rasul 2:41-47

Mana yang terpenting: kebutuhan jasmani atau rohani? Pertanyaan ini dilatarbelakangi pemahaman adanya pemisahan antara yang jasmani dan rohani, terkadang kita diminta untuk memilih satu di antara keduanya. Pemahaman ini adalah pemahaman yang kurang tepat, karena pada dasarnya seluruh hidup kita berbicara tentang Allah dan tidak terpisah antara jasmani dan rohani.

Yesus memperhatikan kebutuhan penghidupan pengikut-Nya, bukan sekadar berbicara tentang kehidupan rohani tetapi juga jasmani. Kita bisa melihat bagaimana Yesus memberi makan 5000 orang. Setelah Yesus naik ke surga, maka pelayanan ini dilakukan oleh para rasul. Lukas memberikan kesaksian bahwa semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing (ay. 44-45). Mereka mengelola persembahan itu dengan hikmat Allah dan membagi-bagikannya kepada jemaat yang membutuhkan. Jemaat yang memberikan juga mempercayakan sepenuhnya persembahan tersebut tanpa embel-embel. Jadi persembahan yang diberikan adalah persembahan yang tulus, tanpa adanya tuntutan. Mereka juga mengambil komitmen untuk memberi, walaupun dalam kondisi tidak baik. Pada saat itu, kondisi jemaat mula-mula mengalami tekanan yang luar biasa, baik tekanan dari pemerintah Romawi dan bangsa Yahudi bahkan persoalan penyesatan yang terjadi di kalangan mereka sendiri. Di tengah kondisi yang sulit itu, mereka justru tetap saling melayani serta belajar untuk berbagi.

Pemberian ilahi inilah yang mendorong mereka untuk berani memberi diri bagi orang lain. Kasih karunia-Nya mengubahkan kita menjadi pribadi yang tidak pelit dan tidak serakah. Ketika kita menyadari hidup yang dipenuhi anugerah, maka kita akan didorong untuk menyatakan kebaikan Tuhan kepada sesama. Kiranya gereja Tuhan tidak terjebak dalam dikotomi jasmani-rohani dan bersedia menjadi mercusuar kasih Allah.

STUDI PRIBADI: Apa yang menjadi kesulitan seseorang untuk berbagi? Bagaimanakah kita dapat mengatasinya?

Pokok Doa: Berdoa bagi mereka yang saat ini sedang bergumul dengan permasalahan ekonomi. Mereka tetap setia dan bersandar hanya pada kuat tangan kuasa Tuhan.

×

Kisah Para Rasul 2 : 44-45

44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,

45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.

×

1 Korintus 15 : 4

4 bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;

×

Kisah Para Rasul 2 : 34

34 Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku:

×

Kisah Para Rasul 2 : 34a

34a Sebab bukan Daud yang naik ke sorga,

×

Kisah Para Rasul 2 : 34b

34b malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku:

×

Kisah Para Rasul 2 : 36

36 Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."

Sharing Is Caring :