Perjalanan Misi Pertama

“Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: ‘Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.’” (KPR 13:2)



Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 13:2 | Ayat Bacaan: Kisah Para Rasul 13:1-12

Perjalanan misi pertama Paulus bersama Barnabas merupakan sebuah langkah awal bagi pekabaran Injil keluar Yerusalem. Jika kita perhatikan lebih teliti perjalanan misi ini, maka kita tahu bahwa tokoh utamanya bukan Paulus ataupun Barnabas, melainkan Tuhan sendiri melalui Roh Kudus. Ayat 2 dan 4 menulis, Roh Kuduslah yang berkehendak agar Paulus dan Barnabas dikhususkan bagi tugas pelayanan ini. Roh Kudus pula yang menyertai dan menolong mereka dalam perjalanan misi, yang dimulai dari Seleukia menuju ke Siprus.

Ketika Roh Kudus berkarya, maka tidak ada seorang pun sanggup menghalangi dan membatalkannya. Ini nampak dalam pelayanan Paulus dan Barnabas, ketika mereka tiba di Siprus. Sebenarnya pelayanan mereka menemui tantangan dari seorang tukang sihir juga nabi palsu bernama Baryesus (Elimas). Ia menghalang-halangi Paulus dan Barnabas untuk mengabarkan Injil kepada Sergius Paulus, Gubernur Siprus. Baryesus akhirnya menjadi buta oleh karena tangan Tuhan menimpanya. Sergius Paulus menjadi takjub dan akhirnya dia pun percaya.

Roh Kudus adalah tokoh utama yang memanggil dan menyertai pelayanan misi anak-anak Tuhan. Bagaimana seharusnya respons kita sebagai gereja Tuhan? Pelayanan misi bukan dilakukan oleh gereja hanya untuk mengikuti tren, apalagi dilakukan karena motivasi supaya gereja diberkati seperti gereja lain yang giat dalam pelayanan misi. Pelayanan misi seharusnya dilakukan sebagai respons gereja atas kehendak Tuhan melalui karya Roh Kudus. Maka gereja perlu menghidupi persekutuan sebagai umat Tuhan yang sehati sepikir untuk bertumbuh dan memuliakan Tuhan, untuk mencari serta melakukan kehendak-Nya, seperti yang ditunjukkan oleh jemaat Antiokhia. Ketika Allah memanggil orang-orang yang akan diutus-Nya, maka gereja Tuhan mendukung dengan berdoa bersama agar pelayanan misi yang dilakukan sungguh-sungguh disertai oleh Roh Kudus sehingga kehendak Allah tergenapi.

STUDI PRIBADI: Apa yang bisa kita teladani dari jemaat Anthiokia?

Pokok Doa: Berdoa bagi pelayanan misi yang dilakukan gereja. Berdoalah agar para pelayan Tuhan bertanggung jawab atas pelayanan misi tersebut dan terus bersandar kepada penyertaan Tuhan melalui Roh Kudus-Nya.

×

Kisah Para Rasul 13 : 2

2 Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."

×

Kisah Para Rasul 13 : 4

4 Oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat ke Seleukia, dan dari situ mereka berlayar ke Siprus.

×

Kisah Para Rasul 2 : 34

34 Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku:

×

Kisah Para Rasul 2 : 34a

34a Sebab bukan Daud yang naik ke sorga,

×

Kisah Para Rasul 2 : 34b

34b malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku:

×

Kisah Para Rasul 2 : 36

36 Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."

Sharing Is Caring :