Lebih Bahagia Dari Salomo

“Kebun anggurku, yang punyaku sendiri, ada di hadapanku; bagimulah seribu keping itu, raja Salomo, dan dua ratus bagi orang-orang yang menjaga hasilnya.” (Kidung Agung 8:12)



Pembahasan: Kidung Agung 8:11-12 | Ayat Bacaan: Kidung Agung 8

Di tengah kesulitan ekonomi dan kesibukan zaman ini, bisa memiliki barang berharga atau properti merupakan hal yang sangat membahagiakan hati. Namun, di sisi lain, kita juga menyadari bahwa memiliki tanpa menjadi saluran berkat bagi sesama adalah sebuah kehidupan yang tidak memiliki arti. Sebaliknya, belajar memberi dengan hati yang tulus adalah sebuah kebahagiaan yang besar.

Kidung Agung 8:12 menunjukkan perbandingan antara kebun anggur milik Raja Salomo dan kebun anggur milik pengantin wanita, yang menjadi metafora cinta. Gadis Sulam, sang mempelai perempuan, mempunyai kebun anggur, meskipun jelas kebun itu tidak sebaik seperti punya Salomo. Di sisi lain, kebun anggur Salomo digambarkan sebagai kebun yang sangat baik, yang menghasilkan keuntungan, baik bagi Salomo sendiri maupun bagi orang-orang yang memeliharanya. Meskipun kebun gadis Sulam tidak sebaik kebun Salomo, ternyata gadis Sulam rela menyerahkan kepada sang raja bukan hanya kebunnya dan dirinya, tetapi juga semua miliknya. Pengantin wanita menegaskan bahwa kebun anggurnya adalah miliknya sendiri, bukan disewakan; dan ia mempersembahkan seluruh hasilnya (yaitu, cintanya) kepada kekasihnya, Salomo. Tindakan ini melambangkan kesetiaan, komitmen, dan persembahan cinta yang utuh yang diberikan hanya kepada kekasihnya.

Perjalanan kehidupan kita sebagai Umat Allah sejatinya telah menikmati berbagai karya anugerah Allah: keselamatan di dalam Kristus, pemeliharaan Allah, dan kasih setia-Nya yang tidak pernah berkesudahan. Oleh sebab itu, kita juga sepatutnya perlu belajar memberikan segalanya dengan ketulusan hati sebagai ungkapan kasih kepada Kristus. Mereka yang bekerja bagi Kristus sesungguhnya mendatangkan keuntungan bagi diri mereka sendiri, sebab pada akhirnya, mereka akan meraih pahala dari pekerjaan tersebut dalam kekekalan. Marilah kita memberikan apa yang seharusnya kita berikan kepada Kristus, yang telah memberikan segalanya untuk mengasihi dan menyelamatkan diri kita.

STUDI PRIBADI: Apakah yang dapat kita pelajari dari mempelai perempuan dalam Kidung Agung ini?

Pokok Doa: Berdoalah bagi setiap keluarga Kristen agar mereka dapat menjadi teladan di tengah dunia yang penuh perceraian.

×

Kidung Agung 8:12

12 Kebun anggurku, yang punyaku sendiri, ada di hadapanku; bagimulah seribu keping itu, raja Salomo, dan dua ratus bagi orang-orang yang menjaga hasilnya.

×

Kidung Agung 6:8-9a

8 Permaisuri ada enam puluh, selir delapan puluh, dan dara-dara tak terbilang banyaknya.

9a Tetapi dialah satu-satunya merpatiku, idam-idamanku.

×

Kidung Agung 5:16

16 Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya menarik. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai puteri-puteri Yerusalem.

×

Efesus 5:25

25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

×

Yohanes 15:15

15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

×

Pengkhotbah 8:12-13

12 Walaupun orang yang berdosa dan yang berbuat jahat seratus kali hidup lama, namun aku tahu, bahwa orang yang takut akan Allah akan beroleh kebahagiaan, sebab mereka takut terhadap hadirat-Nya.

13 Tetapi orang yang fasik tidak akan beroleh kebahagiaan dan seperti bayang-bayang ia tidak akan panjang umur, karena ia tidak takut terhadap hadirat Allah.

×

Pengkhotbah 8:16

16 Ketika aku memberi perhatianku untuk memahami hikmat dan melihat kegiatan yang dilakukan orang di dunia tanpa mengantuk siang malam,

×

Pengkhotbah 8:17

17 maka nyatalah kepadaku, bahwa manusia tidak dapat menyelami segala pekerjaan Allah, yang dilakukan-Nya di bawah matahari. Bagaimanapun juga manusia berlelah-lelah mencarinya, ia tidak akan menyelaminya. Walaupun orang yang berhikmat mengatakan, bahwa ia mengetahuinya, namun ia tidak dapat menyelaminya.

×

Mazmur 146:9

9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.

×

Mazmur 41:5

4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"

×

Matius 5:7

7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

×

Matius 11:28

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

×

1 Petrus 5:7

7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Sharing Is Caring: