Melawan Bangsa Yang Congkak

“Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu.” (Yesaya 2:11)



Pembahasan: Yesaya 2:6-22 | Ayat Bacaan: Yesaya 1-2

Kemajuan teknologi saat ini, ternyata tidak membuat manusia semakin rendah hati. Sebaliknya, mereka justru hidup dengan penuh kesombongan karena pencapaian yang mereka kerjakan. Oleh sebab itu, “jalan yang paling licin dan berbahaya” dalam kehidupan ini adalah ketika kita sedang berjalan dalam kesombongan. Itu sebabnya dibutuhkan ekstra kewaspadaan agar kita tidak tergelincir dan terjatuh.

Bagian Firman hari ini berisikan peringatan dan nubuatan tentang penghakiman Tuhan terhadap umat-Nya. Penyebabnya, bangsa Israel telah menolak Dia! Umat Israel ternyata telah beralih menyembah berhala serta melakukan tenung dan sihir seperti bangsa lain. Tidak hanya itu, mereka mengandalkan kekayaan mereka. Umat Israel menjadi sombong karena kekayaan dan kemakmuran mereka dan lebih mempercayai kekayaan duniawi. Karena sikapnya ini, jelas mereka akan menghadapi hukuman! Nabi Yesaya memperingatkan: semua itu akan binasa pada hari penghakiman Tuhan. Tuhan menetapkan satu hari untuk menghukum kesombongan dan keangkuhan, termasuk gunung-gunung yang tinggi. Semua yang sombong akan direndahkan; hanya Tuhan yang Mahatinggi. Meski demikian, pada akhirnya Tuhan akan mendirikan kembali umat-Nya yang telah bertobat, dan hanya Tuhan saja yang akan ditinggikan. Pada akhirnya, Yesaya menubuatkan pemulihan umat yang bertobat, yang akan memancarkan kemuliaan Tuhan dalam kehidupan mereka.

Dengan demikian ada dua hal yang perlu kita selalu perhatikan, yaitu: Jangan sombong, karena kesombongan akan mendatangkan kejatuhan. Selain itu, andalkan Tuhan, percayalah sepenuhnya kepada Tuhan, karena hanya Dialah sumber perlindungan dan harapan yang tidak goyah. Mari kita ingat bahwa ketika kita tidak berjalan dalam terang Tuhan, maka yang terjadi adalah kita akan melakukan segala dosa yang dibenci Tuhan. Sering kali kita lebih memilih untuk mendengarkan apa yang ditawarkan dunia atau orang lain, maupun kekuatan diri sendiri. Marilah kita belajar hanya meninggikan Allah dan bukan manusia, termasuk diri sendiri.

STUDI PRIBADI: Apa yang harus kita lakukan, jika Tuhan memberikan penghukuman karena kesombongan kita?

Pokok Doa: Berdoalah bagi seluruh pemimpin di dunia agar mereka tidak dikuasai oleh keegoisan dan kesombongan dalam memimpin negara yang Tuhan percayakan kepada mereka.

×

Kidung Agung 8:12

12 Kebun anggurku, yang punyaku sendiri, ada di hadapanku; bagimulah seribu keping itu, raja Salomo, dan dua ratus bagi orang-orang yang menjaga hasilnya.

×

Kidung Agung 6:8-9a

8 Permaisuri ada enam puluh, selir delapan puluh, dan dara-dara tak terbilang banyaknya.

9a Tetapi dialah satu-satunya merpatiku, idam-idamanku.

×

Kidung Agung 5:16

16 Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya menarik. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai puteri-puteri Yerusalem.

×

Efesus 5:25

25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

×

Yohanes 15:15

15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

×

Pengkhotbah 8:12-13

12 Walaupun orang yang berdosa dan yang berbuat jahat seratus kali hidup lama, namun aku tahu, bahwa orang yang takut akan Allah akan beroleh kebahagiaan, sebab mereka takut terhadap hadirat-Nya.

13 Tetapi orang yang fasik tidak akan beroleh kebahagiaan dan seperti bayang-bayang ia tidak akan panjang umur, karena ia tidak takut terhadap hadirat Allah.

×

Pengkhotbah 8:16

16 Ketika aku memberi perhatianku untuk memahami hikmat dan melihat kegiatan yang dilakukan orang di dunia tanpa mengantuk siang malam,

×

Pengkhotbah 8:17

17 maka nyatalah kepadaku, bahwa manusia tidak dapat menyelami segala pekerjaan Allah, yang dilakukan-Nya di bawah matahari. Bagaimanapun juga manusia berlelah-lelah mencarinya, ia tidak akan menyelaminya. Walaupun orang yang berhikmat mengatakan, bahwa ia mengetahuinya, namun ia tidak dapat menyelaminya.

×

Mazmur 146:9

9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.

×

Mazmur 41:5

4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"

×

Matius 5:7

7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

×

Matius 11:28

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

×

1 Petrus 5:7

7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Sharing Is Caring: