Tuhan Memulihkan

“Beginilah firman TUHAN: Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi.” (Yesaya 49:8)



Pembahasan: Yesaya 49:8-26 | Ayat Bacaan: Yesaya 49

Nabi Yesaya bernubuat bahwa bangsa Yehuda akan mengalami kehancuran. Meski demikian, mereka akan dipulihkan oleh Allah. Bangsa Yehuda merasa Allah telah meninggalkan mereka karena tidak menolong mereka saat Nebukadnezar menyerbu Yerusalem, sehingga mereka ditawan dan dibuang ke Babel. Setelah puluhan tahun berada di tanah pembuangan, mereka semakin yakin bahwa Allah melupakan mereka dan seolah-olah berhenti mengasihi mereka (ayat 14).

Perasaan bangsa Yehuda ini dijawab Tuhan dengan pertanyaan: “Bagaimana mungkin seorang ibu tidak lagi peduli kepada anak kandungnya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau” (ayat 15). Tuhan selalu memperhatikan umat pilihan-Nya, terpatri seperti lukisan di telapak tangan-Nya (ayat 16), dan mereka tetap akan menjadi umat yang dikasihi. Pembuangan memang merupakan hukuman Tuhan atas dosa dan pemberontakan mereka, tetapi itu bukanlah akhir. Melalui pembuangan, Tuhan ingin menghancurkan kesombongan dan kekerasan hati umat-Nya, agar mereka bertobat dan dimurnikan. Penghukuman bersifat sementara, dan akan tiba saatnya pemulihan.

Pemulihan dari Tuhan terjadi, pertama, sesuai dengan waktu dan kehendak-Nya. Ada kalanya Tuhan tampak diam, tetapi pada waktu-Nya, Ia akan menjawab dan menolong umat-Nya (ayat 8). Kedua, cara Tuhan memulihkan pun sering tak terduga; Ia mampu memakai jalan-jalan yang tak terduga dan tak terpikirkan, “Aku akan membuat segala gunung-Ku menjadi jalan dan segala jalan raya-Ku akan Kuratakan” (ayat 11). Tuhan, yang pada zaman dahulu membuat laut menjadi jalan, tentu mampu membuat gunung-gunung menjadi jalan, walaupun tampaknya mustahil untuk dilalui.

Jikalau kita masih hidup dalam dosa dan merasa ditinggalkan Tuhan, bahkan seolah Ia membiarkan masalah dan kesusahan menimpa, sadarlah bahwa itu adalah peringatan dan teguran Tuhan. Ia ingin kita bertobat dan kembali kepada-Nya. Tuhan akan memulihkan kita menurut waktu dan cara-Nya. Pemulihan bukan berarti bahwa mendapatkan segala sesuatu yang kita inginkan, melainkan pemulihan sejati yang tersedia di dalam Kristus Yesus.

STUDI PRIBADI: Bagaimana kondisi kerohanian kita saat ini? Adakah dosa yang masih belum kita akui atau perbaikidi hadapan Tuhan?

Pokok Doa: Doakanlah agar jemaat Tuhan dapat hidup dalam relasi yang semakin dekat dengan-Nya dan memiliki pengenalan yang semakin mendalam akan Dia.

×

Yesaya 49:14

14 Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."

×

Yesaya 49:15

15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.

×

Yesaya 49:16

16 Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

×

Yesaya 49:8

8 Beginilah firman TUHAN: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi,

×

Yesaya 49:11

11 Aku akan membuat segala gunung-Ku menjadi jalan dan segala jalan raya-Ku akan Kuratakan.

×

Roma 6:23

23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

×

2 Tesalonika 1:9

9 Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya,

×

Yesaya 37:22-29

22 inilah firman yang telah diucapkan TUHAN mengenai dia: Anak dara, yaitu puteri Sion, telah menghina engkau, telah mengolok-olokkan engkau; dan puteri Yerusalem telah geleng-geleng kepala di belakangmu.

23 Siapakah yang engkau cela dan engkau hujat? terhadap siapakah engkau menyaringkan suaramu, dan memandang dengan sombong-sombong? Terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel!

24 Dengan perantaraan hamba-hambamu engkau telah mencela Tuhan, dan engkau telah berkata: Dengan banyaknya keretaku aku naik ke tempat-tempat tinggi di pegunungan, ke tempat yang paling jauh di gunung Libanon; aku telah menebang pohon-pohon arasnya yang tinggi besar, pohon-pohon sanobarnya yang terpilih; aku telah masuk ke tempat tinggi yang paling ujung, ke hutan pohon-pohonannya yang lebat.

25 Aku ini telah menggali air dan telah minum air; aku telah mengeringkan dengan telapak kakiku segala sungai di Mesir!

26 Bukankah telah kaudengar, bahwa Aku telah menentukannya dari jauh hari dan telah merancangnya dari zaman purbakala? Sekarang Aku mewujudkannya, bahwa engkau membuat sunyi senyap kota-kota yang berkubu menjadi timbunan batu,

27 sedang penduduknya yang tak berdaya menjadi terkejut dan malu; mereka menjadi seperti tumbuh-tumbuhan di padang dan seperti rumput hijau, seperti rumput di atas sotoh, atau gandum yang layu sebelum ia masak.

28 Aku tahu, jika engkau bangun atau duduk, jika keluar atau masuk, atau jika engkau mengamuk terhadap Aku.

29 Oleh karena engkau telah mengamuk terhadap Aku, dan kata-kata keangkuhanmu telah naik sampai ke telinga-Ku, maka Aku akan menaruh kelikir-Ku pada hidungmu dan kekang-Ku pada bibirmu, dan Aku akan memulangkan engkau melalui jalan, dari mana engkau datang.

×

Yesaya 37:30-32

30 Dan inilah yang akan menjadi tanda bagimu, hai Hizkia: Dalam tahun ini orang makan apa yang tumbuh sendiri, dan dalam tahun yang kedua, apa yang tumbuh dari tanaman yang pertama, tetapi dalam tahun yang ketiga, menaburlah kamu, menuai, membuat kebun anggur dan memakan buahnya.

31 Dan orang-orang yang terluput di antara kaum Yehuda, yaitu orang-orang yang masih tertinggal, akan berakar pula ke bawah dan menghasilkan buah ke atas.

32 Sebab dari Yerusalem akan keluar orang-orang yang tertinggal dan dari gunung Sion orang-orang yang terluput; giat cemburu TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

×

Mazmur 37:33

33 Sebab itu beginilah firman TUHAN mengenai raja Asyur: Ia tidak akan masuk ke kota ini dan tidak akan menembakkan panah ke sana; juga ia tidak akan mendatanginya dengan perisai dan tidak akan menimbun tanah menjadi tembok untuk mengepungnya.

×

Yesaya 37:35

35 Dan Aku akan memagari kota ini untuk menyelamatkannya, oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku."

×

Yesaya 37:36

36 Keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka!

×

1 Yesaya 37:37

37 Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.

×

1 Yesaya 37:38

38 Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Sharing Is Caring: