Ketaatan Hamba Tuhan

“Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.” (Yesaya 50:4)



Pembahasan: Yesaya 50:4-11 | Ayat Bacaan: Yesaya 50-51

Yesaya adalah hamba Tuhan yang dipanggil sebagai nabi bagi bangsa Yehuda (kerajaan selatan), namun pesannya juga relevan bagi bangsa Israel (kerajaan utara). Yesaya memiliki peran utama sebagai juru bicara Allah bagi umat-Nya. Ia menyuarakan pertobatan dan mengingatkan hukuman Allah atas dosa, sekaligus bernubuat tentang Mesias yang akan membawa keselamatan bagi bangsanya. Seperti kebanyakan nabi, ia tidak disukai karena pesan-pesannya sulit diterima oleh bangsanya yang lebih memilih hidup dalam dosa. Meski demikian, Yesaya tetap taat dan setia memenuhi panggilannya sebagai hamba Tuhan.

Nabi Yesaya menggambarkan ketaatan hamba Tuhan seperti seorang murid yang baik, yang mempunyai lidah untuk menyuarakan perkataan Tuhan, berguna untuk memberikan pengajaran dan semangat baru bagi orang yang letih lesu. Setiap nabi haruslah menyampaikan apa yang diajarkan Allah kepadanya, bukan hal-hal lain, seperti seorang murid yang meneruskan ajaran gurunya. Seorang nabi juga harus mempunyai telinga untuk mendengarkan firman dari mulut Allah, seperti murid yang tekun mendengar dan memberi perhatian penuh pada perkataan gurunya, supaya ia dapat menyampaikannya dengan benar.

Saat ini panggilan sebagai nabi mungkin sudah berlalu, namun kita orang yang percaya dipanggil untuk menjadi murid Kristus. Sebagai murid, kita perlu membuka telinga untuk mendengar pengajaran Sang Guru Agung; bukan sekadar mendengar, tapi memperhatikan dan memahami, mendengar seperti orang yang ingin belajar dari apa yang didengar. Seperti perkataan Yesaya: “Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku,” maka mendengar adalah sebuah proses yang memerlukan ketaatan, ketekunan dan komitmen penuh. Setelah mendengar, kita harus siap melakukan apa yang difirmankan Allah, siap mengajarkan kebenaran, membangun serta memberi semangat bagi yang lemah. Salah satu ukuran kedewasaan rohani murid Kristus adalah apa yang keluar dari mulutnya memiliki kualitas perkataan Kristus. Demikianlah gambaran ketaatan hamba Tuhan, yang secara sempurna dinyatakan dalam pribadi Kristus Yesus, Sang Hamba Tuhan.

STUDI PRIBADI: Mari kita memeriksa diri, sudahkah kita hidup taat sebagai hamba Allah, adakah lidah dan pendengaran seperti seorang murid Kristus?

Pokok Doa: Mohon pertolongan Allah Roh Kudus, agar Ia mempertajam pendengaran kita setiap hari dan memampukan kita untuk memperkatakan kebenaran Firman Tuhan serta memberkati sesama.

×

Yesaya 49:14

14 Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."

×

Yesaya 49:15

15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.

×

Yesaya 49:16

16 Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

×

Yesaya 49:8

8 Beginilah firman TUHAN: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi,

×

Yesaya 49:11

11 Aku akan membuat segala gunung-Ku menjadi jalan dan segala jalan raya-Ku akan Kuratakan.

×

Roma 6:23

23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

×

2 Tesalonika 1:9

9 Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya,

×

Yesaya 37:22-29

22 inilah firman yang telah diucapkan TUHAN mengenai dia: Anak dara, yaitu puteri Sion, telah menghina engkau, telah mengolok-olokkan engkau; dan puteri Yerusalem telah geleng-geleng kepala di belakangmu.

23 Siapakah yang engkau cela dan engkau hujat? terhadap siapakah engkau menyaringkan suaramu, dan memandang dengan sombong-sombong? Terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel!

24 Dengan perantaraan hamba-hambamu engkau telah mencela Tuhan, dan engkau telah berkata: Dengan banyaknya keretaku aku naik ke tempat-tempat tinggi di pegunungan, ke tempat yang paling jauh di gunung Libanon; aku telah menebang pohon-pohon arasnya yang tinggi besar, pohon-pohon sanobarnya yang terpilih; aku telah masuk ke tempat tinggi yang paling ujung, ke hutan pohon-pohonannya yang lebat.

25 Aku ini telah menggali air dan telah minum air; aku telah mengeringkan dengan telapak kakiku segala sungai di Mesir!

26 Bukankah telah kaudengar, bahwa Aku telah menentukannya dari jauh hari dan telah merancangnya dari zaman purbakala? Sekarang Aku mewujudkannya, bahwa engkau membuat sunyi senyap kota-kota yang berkubu menjadi timbunan batu,

27 sedang penduduknya yang tak berdaya menjadi terkejut dan malu; mereka menjadi seperti tumbuh-tumbuhan di padang dan seperti rumput hijau, seperti rumput di atas sotoh, atau gandum yang layu sebelum ia masak.

28 Aku tahu, jika engkau bangun atau duduk, jika keluar atau masuk, atau jika engkau mengamuk terhadap Aku.

29 Oleh karena engkau telah mengamuk terhadap Aku, dan kata-kata keangkuhanmu telah naik sampai ke telinga-Ku, maka Aku akan menaruh kelikir-Ku pada hidungmu dan kekang-Ku pada bibirmu, dan Aku akan memulangkan engkau melalui jalan, dari mana engkau datang.

×

Yesaya 37:30-32

30 Dan inilah yang akan menjadi tanda bagimu, hai Hizkia: Dalam tahun ini orang makan apa yang tumbuh sendiri, dan dalam tahun yang kedua, apa yang tumbuh dari tanaman yang pertama, tetapi dalam tahun yang ketiga, menaburlah kamu, menuai, membuat kebun anggur dan memakan buahnya.

31 Dan orang-orang yang terluput di antara kaum Yehuda, yaitu orang-orang yang masih tertinggal, akan berakar pula ke bawah dan menghasilkan buah ke atas.

32 Sebab dari Yerusalem akan keluar orang-orang yang tertinggal dan dari gunung Sion orang-orang yang terluput; giat cemburu TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

×

Mazmur 37:33

33 Sebab itu beginilah firman TUHAN mengenai raja Asyur: Ia tidak akan masuk ke kota ini dan tidak akan menembakkan panah ke sana; juga ia tidak akan mendatanginya dengan perisai dan tidak akan menimbun tanah menjadi tembok untuk mengepungnya.

×

Yesaya 37:35

35 Dan Aku akan memagari kota ini untuk menyelamatkannya, oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku."

×

Yesaya 37:36

36 Keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka!

×

1 Yesaya 37:37

37 Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.

×

1 Yesaya 37:38

38 Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Sharing Is Caring: