“Kebun anggurku, yang punyaku sendiri, ada di hadapanku; bagimulah seribu keping itu, raja Salomo, dan dua ratus bagi orang-orang yang menjaga hasilnya.” (Kidung Agung 8:12)
Pembahasan: Kidung Agung 8:11-12 | Ayat Bacaan: Kidung Agung 8
Kidung Agung 8:11-12
Mempelai laki-laki memuji mempelai perempuan
4 Cantik engkau, manisku, seperti kota Tirza, juita seperti Yerusalem, dahsyat seperti bala tentara dengan panji-panjinya.
5 Palingkanlah matamu dari padaku, sebab aku menjadi bingung karenanya. Rambutmu bagaikan kawanan kambing yang bergelombang turun dari Gilead.
6 Gigimu bagaikan kawanan domba, yang keluar dari tempat pembasuhan, yang beranak kembar semuanya, yang tak beranak tak ada.
7 Bagaikan belahan buah delima pelipismu di balik telekungmu.
8 Permaisuri ada enam puluh, selir delapan puluh, dan dara-dara tak terbilang banyaknya.
9 Tetapi dialah satu-satunya merpatiku, idam-idamanku, satu-satunya anak ibunya, anak kesayangan bagi yang melahirkannya; puteri-puteri melihatnya dan menyebutnya bahagia, permaisuri-permaisuri dan selir-selir memujinya.
10 “Siapakah dia yang muncul laksana fajar merekah, indah bagaikan bulan purnama, bercahaya bagaikan surya, dahsyat seperti bala tentara dengan panji-panjinya?”
11 Ke kebun kenari aku turun melihat kuntum-kuntum di lembah, melihat apakah pohon anggur berkuncup dan pohon-pohon delima berbunga.
12 Tak sadar diri aku; kerinduanku menempatkan aku di atas kereta orang bangsawan.
13 Kembalilah, kembalilah, ya gadis Sulam, kembalilah, kembalilah, supaya kami dapat melihat engkau! Mengapa kamu senang melihat gadis Sulam itu seperti melihat tari-tarian perang?
Kidung Agung 8
1 O, seandainya engkau saudaraku laki-laki, yang menyusu pada buah dada ibuku, akan kucium engkau bila kujumpai di luar, karena tak ada orang yang akan menghina aku!
2 Akan kubimbing engkau dan kubawa ke rumah ibuku, supaya engkau mengajar aku. Akan kuberi kepadamu anggur yang harum untuk diminum, air buah delimaku.
3 Tangan kirinya ada di bawah kepalaku, tangan kanannya memeluk aku.
4 Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem: mengapa kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya?
Cinta kuat seperti maut
5 Siapakah dia yang muncul dari padang gurun, yang bersandar pada kekasihnya? –Di bawah pohon apel kubangunkan engkau, di sanalah ibumu telah mengandung engkau, di sanalah ia mengandung dan melahirkan engkau.
6 –Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!
7 Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.
Mempelai perempuan dan adiknya
8 –Kami mempunyai seorang adik perempuan, yang belum mempunyai buah dada. Apakah yang akan kami perbuat dengan adik perempuan kami pada hari ia dipinang?
9 Bila ia tembok, akan kami dirikan atap perak di atasnya; bila ia pintu, akan kami palangi dia dengan palang kayu aras.
10 –Aku adalah suatu tembok dan buah dadaku bagaikan menara. Dalam matanya ketika itu aku bagaikan orang yang telah mendapat kebahagiaan.
Lebih bahagia dari pada Salomo
11 Salomo mempunyai kebun anggur di Baal-Hamon. Diserahkannya kebun anggur itu kepada para penjaga, masing-masing memberikan seribu keping perak untuk hasilnya.
12 Kebun anggurku, yang punyaku sendiri, ada di hadapanku; bagimulah seribu keping itu, raja Salomo, dan dua ratus bagi orang-orang yang menjaga hasilnya.
Kedua mempelai bersahut-sahutan
13 –Hai, penghuni kebun, teman-teman memperhatikan suaramu, perdengarkanlah itu kepadaku!
14 –Cepat, kekasihku, berlakulah seperti kijang, atau seperti anak rusa di atas gunung-gunung tanaman rempah-rempah.
Di tengah kesulitan ekonomi dan kesibukan zaman ini, bisa memiliki barang berharga atau properti merupakan hal yang sangat membahagiakan hati. Namun, di sisi lain, kita juga menyadari bahwa memiliki tanpa menjadi saluran berkat bagi sesama adalah sebuah kehidupan yang tidak memiliki arti. Sebaliknya, belajar memberi dengan hati yang tulus adalah sebuah kebahagiaan yang besar.
Kidung Agung 8:12 menunjukkan perbandingan antara kebun anggur milik Raja Salomo dan kebun anggur milik pengantin wanita, yang menjadi metafora cinta. Gadis Sulam, sang mempelai perempuan, mempunyai kebun anggur, meskipun jelas kebun itu tidak sebaik seperti punya Salomo. Di sisi lain, kebun anggur Salomo digambarkan sebagai kebun yang sangat baik, yang menghasilkan keuntungan, baik bagi Salomo sendiri maupun bagi orang-orang yang memeliharanya. Meskipun kebun gadis Sulam tidak sebaik kebun Salomo, ternyata gadis Sulam rela menyerahkan kepada sang raja bukan hanya kebunnya dan dirinya, tetapi juga semua miliknya. Pengantin wanita menegaskan bahwa kebun anggurnya adalah miliknya sendiri, bukan disewakan; dan ia mempersembahkan seluruh hasilnya (yaitu, cintanya) kepada kekasihnya, Salomo. Tindakan ini melambangkan kesetiaan, komitmen, dan persembahan cinta yang utuh yang diberikan hanya kepada kekasihnya.
Perjalanan kehidupan kita sebagai Umat Allah sejatinya telah menikmati berbagai karya anugerah Allah: keselamatan di dalam Kristus, pemeliharaan Allah, dan kasih setia-Nya yang tidak pernah berkesudahan. Oleh sebab itu, kita juga sepatutnya perlu belajar memberikan segalanya dengan ketulusan hati sebagai ungkapan kasih kepada Kristus. Mereka yang bekerja bagi Kristus sesungguhnya mendatangkan keuntungan bagi diri mereka sendiri, sebab pada akhirnya, mereka akan meraih pahala dari pekerjaan tersebut dalam kekekalan. Marilah kita memberikan apa yang seharusnya kita berikan kepada Kristus, yang telah memberikan segalanya untuk mengasihi dan menyelamatkan diri kita.
STUDI PRIBADI: Apakah yang dapat kita pelajari dari mempelai perempuan dalam Kidung Agung ini?
Pokok Doa: Berdoalah bagi setiap keluarga Kristen agar mereka dapat menjadi teladan di tengah dunia yang penuh perceraian.
Kidung Agung 8:12
12 Kebun anggurku, yang punyaku sendiri, ada di hadapanku; bagimulah seribu keping itu, raja Salomo, dan dua ratus bagi orang-orang yang menjaga hasilnya.
Kidung Agung 6:8-9a
8 Permaisuri ada enam puluh, selir delapan puluh, dan dara-dara tak terbilang banyaknya.
9a Tetapi dialah satu-satunya merpatiku, idam-idamanku.
Kidung Agung 5:16
16 Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya menarik. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai puteri-puteri Yerusalem.
Efesus 5:25
25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
Yohanes 15:15
15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.
Pengkhotbah 8:12-13
12 Walaupun orang yang berdosa dan yang berbuat jahat seratus kali hidup lama, namun aku tahu, bahwa orang yang takut akan Allah akan beroleh kebahagiaan, sebab mereka takut terhadap hadirat-Nya.
13 Tetapi orang yang fasik tidak akan beroleh kebahagiaan dan seperti bayang-bayang ia tidak akan panjang umur, karena ia tidak takut terhadap hadirat Allah.
Pengkhotbah 8:16
16 Ketika aku memberi perhatianku untuk memahami hikmat dan melihat kegiatan yang dilakukan orang di dunia tanpa mengantuk siang malam,
Pengkhotbah 8:17
17 maka nyatalah kepadaku, bahwa manusia tidak dapat menyelami segala pekerjaan Allah, yang dilakukan-Nya di bawah matahari. Bagaimanapun juga manusia berlelah-lelah mencarinya, ia tidak akan menyelaminya. Walaupun orang yang berhikmat mengatakan, bahwa ia mengetahuinya, namun ia tidak dapat menyelaminya.
Mazmur 146:9
9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.
Mazmur 41:5
4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"
Matius 5:7
7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Matius 11:28
28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
1 Petrus 5:7
7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.


