Mesir Bukan Jawaban

“Jika kamu tinggal tetap di negeri ini, maka Aku akan membangun dan tidak akan meruntuhkan kamu, akan membuat kamu tumbuh dan tidak akan mencabut kamu; sebab Aku menyesal telah mendatangkan malapetaka kepadamu.” (Yeremia 42:10)



Pembahasan: Yeremia 42:1-22 | Ayat Bacaan: Yeremia 41-42

Setelah Yerusalem jatuh, bangsa Yehuda yang tinggal di sana kehilangan rasa aman. Gedalya, yang dipilih oleh Babel menjadi gubernur di wilayah itu, dibunuh oleh Ismael bin Netanya bin Elisama (ay. 2). Lalu Yohanan bin Kareah bersama semua perwira dan tentaranya menyerang Ismael bin Netanya. Namun Ismael berhasil lolos dan pergi ke daerah bani Amon. Kini Yohanan bin Kareah serta seluruh sisa rakyat yang berhasil diselamatkan diliputi kebingungan dan ketakutan, kalau-kalau orang Kasdim akan membalas perbuatan mereka. Dalam situasi itu, muncul satu pilihan yang terasa paling masuk akal, yakni pergi ke Mesir untuk mencari perlindungan.

Awalnya mereka datang kepada Yeremia dengan sikap yang tampak rendah hati, seolah-olah mencari kehendak Tuhan. Mereka bersumpah bahwa apapun yang dikatakan Tuhan, baik ataupun buruk, akan mereka dengarkan (ayat 6). Melalui Yeremia, Tuhan menyampaikan pesan yang tegas bahwa Mesir bukanlah jawabannya. Tuhan memerintahkan agar umat yang tersisa itu untuk tetap tinggal, dan Ia sendiri yang akan menyertai dan menyelamatkan mereka. Tuhan juga dengan keras memperingatkan konsekuensinya bila mereka bersikeras tetap pergi ke Mesir, yakni pedang dan kelaparan akan terus mengejar mereka.

Namun, apa respons mereka? Bangsa itu hanya berpura-pura mencari kehendak Tuhan, tetapi sebetulnya mereka bersikeras melakukan kehendak mereka sendiri (ayat 20). Ketakutan yang menghimpit membuat hati mereka tetap condong ke Mesir. Mengapa Tuhan melarang mereka pergi ke Mesir? Karena mereka lebih bergantung pada kekuatan manusia daripada kekuatan Allah. Mereka lebih mempercayai Mesir daripada Tuhan.

Di tengah ketakutan menghadapi tantangan hidup, kita juga sering kali mencari pertolongan dan berharap kepada manusia, bukan kepada Tuhan. Bukan karena kita tidak tahu kehendak Tuhan, tetapi karena kita memang tidak mau menaati-Nya. Kehendak Tuhan memang tidak selalu membawa kita ke tempat yang menurut kita nyaman, tapi di mana Tuhan bersama kita, di situ pula penyertaan-Nya akan mencukupi dan menopang hidup kita.

STUDI PRIBADI: Mengapa Yehuda memilih Mesir? Dalam hidup kita, apa bentuk “Mesir” yang tampak sebagai solusi cepat, tetapi menjauhkan kita dari Tuhan?

Pokok Doa: Mari kita berdoa agar Tuhan memampukan kita untuk percaya kepada penyertaan-Nya, meskipun jalan-Nya tidak selalu terasa nyaman bagi kita.

×

Yeremia 42:2

2 maka bangkitlah Ismael bin Netanya dengan kesepuluh orang yang ada bersama-sama dia, lalu mereka memukul mati Gedalya bin Ahikam bin Safan dengan pedang; demikianlah Ismael membunuh dia yang telah diangkat raja Babel atas negeri itu.

×

Yeremia 42:6

6 Maupun baik ataupun buruk, kami akan mendengarkan suara TUHAN, Allah kita, yang kepada-Nya kami mengutus engkau, supaya keadaan kami baik, oleh karena kami mendengarkan suara TUHAN, Allah kita."

×

Yeremia 42:20

20 Kamu telah menipu dirimu dan membahayakan nyawamu, ketika kamu mengutus aku kepada TUHAN, Allahmu, dengan berkata: Berdoalah untuk kami kepada TUHAN, Allah kita, dan beritahukanlah dengan tepat kepada kami apa yang difirmankan TUHAN, Allah kita, supaya kami melakukannya!

×

Yeremia 30:11

11 Sebab Aku menyertai engkau, demikianlah firman TUHAN, untuk menyelamatkan engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah.

×

Yeremia 30:17

17 Sebab Aku akan mendatangkan kesembuhan bagimu, Aku akan mengobati luka-lukamu, demikianlah firman TUHAN, sebab mereka telah menyebutkan engkau: orang buangan, yakni sisa yang tiada seorangpun menanyakannya.

×

Yesaya 17:7-8

7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

×

Yesaya 61:3

3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya.

×

Yesaya 37:22-29

22 inilah firman yang telah diucapkan TUHAN mengenai dia: Anak dara, yaitu puteri Sion, telah menghina engkau, telah mengolok-olokkan engkau; dan puteri Yerusalem telah geleng-geleng kepala di belakangmu.

23 Siapakah yang engkau cela dan engkau hujat? terhadap siapakah engkau menyaringkan suaramu, dan memandang dengan sombong-sombong? Terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel!

24 Dengan perantaraan hamba-hambamu engkau telah mencela Tuhan, dan engkau telah berkata: Dengan banyaknya keretaku aku naik ke tempat-tempat tinggi di pegunungan, ke tempat yang paling jauh di gunung Libanon; aku telah menebang pohon-pohon arasnya yang tinggi besar, pohon-pohon sanobarnya yang terpilih; aku telah masuk ke tempat tinggi yang paling ujung, ke hutan pohon-pohonannya yang lebat.

25 Aku ini telah menggali air dan telah minum air; aku telah mengeringkan dengan telapak kakiku segala sungai di Mesir!

26 Bukankah telah kaudengar, bahwa Aku telah menentukannya dari jauh hari dan telah merancangnya dari zaman purbakala? Sekarang Aku mewujudkannya, bahwa engkau membuat sunyi senyap kota-kota yang berkubu menjadi timbunan batu,

27 sedang penduduknya yang tak berdaya menjadi terkejut dan malu; mereka menjadi seperti tumbuh-tumbuhan di padang dan seperti rumput hijau, seperti rumput di atas sotoh, atau gandum yang layu sebelum ia masak.

28 Aku tahu, jika engkau bangun atau duduk, jika keluar atau masuk, atau jika engkau mengamuk terhadap Aku.

29 Oleh karena engkau telah mengamuk terhadap Aku, dan kata-kata keangkuhanmu telah naik sampai ke telinga-Ku, maka Aku akan menaruh kelikir-Ku pada hidungmu dan kekang-Ku pada bibirmu, dan Aku akan memulangkan engkau melalui jalan, dari mana engkau datang.

×

Yesaya 37:30-32

30 Dan inilah yang akan menjadi tanda bagimu, hai Hizkia: Dalam tahun ini orang makan apa yang tumbuh sendiri, dan dalam tahun yang kedua, apa yang tumbuh dari tanaman yang pertama, tetapi dalam tahun yang ketiga, menaburlah kamu, menuai, membuat kebun anggur dan memakan buahnya.

31 Dan orang-orang yang terluput di antara kaum Yehuda, yaitu orang-orang yang masih tertinggal, akan berakar pula ke bawah dan menghasilkan buah ke atas.

32 Sebab dari Yerusalem akan keluar orang-orang yang tertinggal dan dari gunung Sion orang-orang yang terluput; giat cemburu TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

×

Mazmur 37:33

33 Sebab itu beginilah firman TUHAN mengenai raja Asyur: Ia tidak akan masuk ke kota ini dan tidak akan menembakkan panah ke sana; juga ia tidak akan mendatanginya dengan perisai dan tidak akan menimbun tanah menjadi tembok untuk mengepungnya.

×

Yesaya 37:35

35 Dan Aku akan memagari kota ini untuk menyelamatkannya, oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku."

×

Yesaya 37:36

36 Keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka!

×

1 Yesaya 37:37

37 Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.

×

1 Yesaya 37:38

38 Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Sharing Is Caring: