Kedar Yang Gentar

“Majulah menyerang bangsa yang hidup sentosa, yang berdiam dengan tenteram, demikianlah firman TUHAN, dan yang tidak punya pintu gerbang atau palang, serta tinggal sendiri!” (Yeremia 49:31)



Pembahasan: Yeremia 49:28-33 | Ayat Bacaan: Yeremia 49-50

Financial freedom adalah mimpi yang sedang diusahakan banyak orang. Mereka bekerja keras, menabung, berinvestasi, dan berharap suatu hari bisa hidup tanpa kekhawatiran finansial. Kebutuhan sehari-hari tercukupi, masa depan jelas, bahkan mungkin masa depan anak dan cucu pun dirancangkan dengan baik. Hidup seperti ini terasa “aman” karena mereka memiliki perlindungan dari berbagai ketidakpastian hidup. Namun, apakah rasa “aman” seperti ini yang seharusnya dimiliki oleh anak-anak Allah?

Yeremia 49:28-33 berbicara tentang Kedar dan kerajaan Hazor, bangsa-bangsa pengembara yang hidup di padang gurun. Tidak banyak catatan di dalam Alkitab mengenai Kedar dan Hazor ini, namun Kedar dan Hazor kemungkinan merujuk pada suku-suku Arab yang dikaitkan dengan “orang-orang Timur.” Mereka tinggal di dalam tenda, bepergian dengan unta, dan memelihara domba serta kambing. Mereka merasa “aman” dengan kehidupan mereka yang jauh dari kerajaan-kerajaan lain, tanpa memerlukan tembok ataupun gerbang pertahanan. Namun melalui nabi Yeremia, Tuhan menyatakan bahwa Nebukadnezar dari Babel akan datang menyerang mereka. Gambaran ini menunjukkan bahwa rasa “aman” mereka tidak bertahan lama. Bangsa yang tampak tenteram dan tidak terancam justru menghadapi kehancuran. Rasa “aman” yang tidak berakar pada Tuhan mudah runtuh ketika keadaan berubah.

Firman Tuhan mengajak kita untuk memeriksa kembali di mana kita menaruh rasa aman. Keamanan sejati bukan terletak pada harta, keadaan hidup yang stabil, atau perencanaan manusia yang matang—semua itu bisa berubah sewaktu-waktu. Namun, Tuhan tetap berdaulat atas sejarah dan kehidupan manusia. Ketika kita menaruh kepercayaan kepada-Nya, kita menemukan perlindungan yang tidak tergantung pada keadaan. Dunia mungkin penuh ketidakpastian, tapi mereka yang bersandar kepada Tuhan memiliki dasar yang jauh lebih kokoh daripada keamanan apa pun yang dapat dibangun manusia. Seperti tertulis, “Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia selamat” (Ams. 18:10).

STUDI PRIBADI: Di manakah kita menaruh rasa aman kita?

Pokok Doa: Berdoa agar Tuhan memulihkan dunia ini dari peperangan yang sedang terjadi. Juga, para pemimpin negara menemukan rasa aman di dalam Tuhan sehingga tidak lagi berkutat dalam perebutan wilayah & sumber daya.

×

Yeremia 49:28-33

Mengenai suku-suku bangsa Arab

28 Mengenai Kedar dan mengenai kerajaan-kerajaan Hazor yang dipukul kalah oleh Nebukadnezar, raja Babel. Beginilah firman TUHAN: "Bersiaplah, majulah melawan Kedar, binasakanlah orang-orang di sebelah timur!

29 Hendaklah kemah-kemah mereka dan kawanan domba mereka dirampas sampai bersih, tenda-tenda mereka dan segala perabot mereka; hendaklah unta-unta mereka habis dibawa serta, dan hendaklah berteriak-teriak kepada mereka: Kegentaran dari segala jurusan!

30 Larilah, mengungsilah cepat-cepat, bersembunyilah dalam liang-liang, hai penduduk Hazor! demikianlah firman TUHAN. Sebab Nebukadnezar, raja Babel, telah mengambil putusan terhadap kamu dan telah membuat rancangan terhadap kamu.

31 Bersiaplah, majulah melawan bangsa yang hidup sentosa, yang diam dengan aman tenteram, demikianlah firman TUHAN, dan yang tidak punya pintu gerbang atau palang, dan yang tinggal tersendiri!

32 Unta-unta mereka akan menjadi jarahan, dan ternak mereka yang banyak itu menjadi rampasan! Aku akan menyerakkan ke segala mata angin mereka yang berpotong tepi rambutnya berkeliling, dan dari segala penjuru Aku akan mendatangkan bencana atas mereka, demikianlah firman TUHAN.

33 Hazor akan menjadi tempat persembunyian bagi serigala, menjadi tempat tandus sampai selama-lamanya; seorangpun tidak akan diam lagi di sana dan seorang manusiapun tidak akan tinggal lagi di dalamnya."

×

Amsal 18:10

10 Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.

×

Yeremia 42:20

20 Kamu telah menipu dirimu dan membahayakan nyawamu, ketika kamu mengutus aku kepada TUHAN, Allahmu, dengan berkata: Berdoalah untuk kami kepada TUHAN, Allah kita, dan beritahukanlah dengan tepat kepada kami apa yang difirmankan TUHAN, Allah kita, supaya kami melakukannya!

×

Yeremia 30:11

11 Sebab Aku menyertai engkau, demikianlah firman TUHAN, untuk menyelamatkan engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah.

×

Yeremia 30:17

17 Sebab Aku akan mendatangkan kesembuhan bagimu, Aku akan mengobati luka-lukamu, demikianlah firman TUHAN, sebab mereka telah menyebutkan engkau: orang buangan, yakni sisa yang tiada seorangpun menanyakannya.

×

Yesaya 17:7-8

7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

×

Yesaya 61:3

3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya.

×

Yesaya 37:22-29

22 inilah firman yang telah diucapkan TUHAN mengenai dia: Anak dara, yaitu puteri Sion, telah menghina engkau, telah mengolok-olokkan engkau; dan puteri Yerusalem telah geleng-geleng kepala di belakangmu.

23 Siapakah yang engkau cela dan engkau hujat? terhadap siapakah engkau menyaringkan suaramu, dan memandang dengan sombong-sombong? Terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel!

24 Dengan perantaraan hamba-hambamu engkau telah mencela Tuhan, dan engkau telah berkata: Dengan banyaknya keretaku aku naik ke tempat-tempat tinggi di pegunungan, ke tempat yang paling jauh di gunung Libanon; aku telah menebang pohon-pohon arasnya yang tinggi besar, pohon-pohon sanobarnya yang terpilih; aku telah masuk ke tempat tinggi yang paling ujung, ke hutan pohon-pohonannya yang lebat.

25 Aku ini telah menggali air dan telah minum air; aku telah mengeringkan dengan telapak kakiku segala sungai di Mesir!

26 Bukankah telah kaudengar, bahwa Aku telah menentukannya dari jauh hari dan telah merancangnya dari zaman purbakala? Sekarang Aku mewujudkannya, bahwa engkau membuat sunyi senyap kota-kota yang berkubu menjadi timbunan batu,

27 sedang penduduknya yang tak berdaya menjadi terkejut dan malu; mereka menjadi seperti tumbuh-tumbuhan di padang dan seperti rumput hijau, seperti rumput di atas sotoh, atau gandum yang layu sebelum ia masak.

28 Aku tahu, jika engkau bangun atau duduk, jika keluar atau masuk, atau jika engkau mengamuk terhadap Aku.

29 Oleh karena engkau telah mengamuk terhadap Aku, dan kata-kata keangkuhanmu telah naik sampai ke telinga-Ku, maka Aku akan menaruh kelikir-Ku pada hidungmu dan kekang-Ku pada bibirmu, dan Aku akan memulangkan engkau melalui jalan, dari mana engkau datang.

×

Yesaya 37:30-32

30 Dan inilah yang akan menjadi tanda bagimu, hai Hizkia: Dalam tahun ini orang makan apa yang tumbuh sendiri, dan dalam tahun yang kedua, apa yang tumbuh dari tanaman yang pertama, tetapi dalam tahun yang ketiga, menaburlah kamu, menuai, membuat kebun anggur dan memakan buahnya.

31 Dan orang-orang yang terluput di antara kaum Yehuda, yaitu orang-orang yang masih tertinggal, akan berakar pula ke bawah dan menghasilkan buah ke atas.

32 Sebab dari Yerusalem akan keluar orang-orang yang tertinggal dan dari gunung Sion orang-orang yang terluput; giat cemburu TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

×

Mazmur 37:33

33 Sebab itu beginilah firman TUHAN mengenai raja Asyur: Ia tidak akan masuk ke kota ini dan tidak akan menembakkan panah ke sana; juga ia tidak akan mendatanginya dengan perisai dan tidak akan menimbun tanah menjadi tembok untuk mengepungnya.

×

Yesaya 37:35

35 Dan Aku akan memagari kota ini untuk menyelamatkannya, oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku."

×

Yesaya 37:36

36 Keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka!

×

1 Yesaya 37:37

37 Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.

×

1 Yesaya 37:38

38 Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Sharing Is Caring: