Salam Maria

“Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” (Lukas 1:28)



Bacaan hari ini: Lukas 1:26-38 Bacaan setahun: Markus 16 – Lukas 1

Kejutan adalah sesuatu yang membuat kaget karena datang secara tiba-tiba. Kejutan bisa datang membawakan kabar baik atau kabar buruk. Karena alasan ini, tidak semua orang suka dengan kejutan, mengingat dampaknya yang tidak selalu menyenangkan.

Dalam Lukas 1:26-38 ini, kita melihat Maria juga mendapatkan sebuah kejutan. Kejutan ini berupa pesan dari malaikat bahwa dirinya akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki. Awalnya, pesan ini adalah kabar buruk bagi Maria, karena dalam waktu dekat dia akan menikah. Kondisi ini bisa saja membatalkan pernikahannya. Tetapi pada akhirnya Maria menjawab, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”

Salah satu pelajaran utama dari pasal ini ialah pentingnya mengakui dan menyerahkan diri kepada kehendak Allah. Meski Maria, pada awalnya bingung dan takut, pada akhirnya dia dengan tulus menerima kehendak Allah atas dirinya. Ketika malaikat memberitahukan Maria tentang rencana Allah, sebagai seorang gadis muda, Maria menghadapi situasi yang sangat sulit. Meski demikian, Maria tetap teguh dalam iman. Dia juga menunjukkan kerendahan hati dalam menerima panggilan ini. Meski dia akan menjadi ibu Yesus, dia tidak membesarkan diri. Sebaliknya, dia menyadari posisinya sebagai hamba dan bersedia untuk melayani Allah dengan setia. Maria menunjukkan ketaatan terhadap kehendak Allah. Dia menerima perannya dengan tulus dan melaksanakannya dengan setia. Kiranya ketaatan Maria ini menjadi teladan bagi kita semua untuk hidup dalam ketaatan terhadap kehendak Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Kejutan kita mungkin tidak seperti yang Maria terima dulu. Akan tetapi, apakah kita bisa memiliki sikap seperti Maria ketika Tuhan memberikan kejutan yang membawa kita keluar dari zona nyaman kita. Kiranya hari ini kita sungguh-sungguh belajar dari Maria yang dengan taat dan rendah hati menerima kehendak Allah bagi dirinya dan melakukannya dengan setia dan bertanggung jawab.

STUDI PRIBADI: Selama ini, apakah kita telah taat atas kehendak Allah dalam hidup kita? Apakah kita telah menerima dan melakukan kehendak-Nya dengan setia dan rendah hati?

Pokok Doa: Berdoa agar kita diberikan ketaatan dan kerendahan hati untuk menerima kehendak Allah dalam kehidupan kita. Berdoa juga agar kita bisa menjalankan kehendak Allah itu dengan setia dan bertanggung jawab.

×

Yohanes 16 : 33

Pemberitahuan tentang kelahiran Yesus

26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,

27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.

28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."

29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.

30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.

31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.

32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,

33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."

34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"

35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.

37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."

38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

×

1 Petrus 3 : 15

15 Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat,

×

2 Timotius 4 : 2

2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

×

Yesaya 56 : 7

7 mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.

×

Yohanes 15 : 5b

5b Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

×

Markus 5 : 10

10 Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu.

×

Markus 5 : 130

13 Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.

Sharing Is Caring :